Awas! Klaster Makan Bersama Mulai Bermunculan, Bagaimana Penularannya?

- Admin

Jumat, 11 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Pesan berantai WhatsApp menyebar pagi ini, Jumat (11/9/2020). Isinya menceritakan bagaimana klaster makan bersama mulai mengkhawatirkan masyarakat. Ya, aktivitas ‘ngariung’ atau makan bersama dianggap bisa menyebarkan virus corona.

Dalam pesan WhatsApp tersebut diceritakan bahwa di suatu kantor masih mengadakan rapat. Sebagai budaya kantor, anggota rapat diminta untuk membawa makanan untuk saling berbagi. Kebetulan ada yang pandai masak sambel ijo terong ikan asin.

Nah, sambal tersebut dimakan bersama-sama dengan anggota rapat. Karena rasa sambal yang pedas, akhirnya mereka secara tidak sadar keringetan dan disertai dengan mangap-mangap khas orang kepedesan. Rupanya, hal tersebut memungkinkan aerosol keluar dari mulut anggota rapat dan di antara mereka ada yang sudah terinfeksi Covid-19. Alhasil, anggota rapat itu dikabarkan terinfeksi Covid-19.

“Esok harinya, beberapa anggota rapat mengeluh sakit, lidah tidak dapat merasa, dan gejala khas Covid-19 lainnya. Lalu, mereka diswab dan hasilnya positif Covid-19. Beberapa pasangan suami istri pun terinfeksi, bahkan ada yang sedang hamil. Karena itu, kantor ditutup dan dilakukan isolasi mandiri, beberapa lainnya menjalani perawatan di rumah sakit,” tulis pesan yang dibuat oleh Yogi Prabowo.

Baca Juga :  Kondom Populer Jadi Alat Kontrasepsi, Diambil dari Nama Penemunya

Pesan berantai tersebut mengajarkan untuk tidak boleh lengah menjalankan protokol kesehatan, apalagi Anda berada di kerumunan orang. Kemungkinan terpapar Covid-19 dari orang yang sudah terinfeksi sangat besar, terlebih jika Anda tidak patuh menjalani protokol kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Karawang dr Nurhayati, SpP, menerangkan bahwa kemungkinan penyebaran aerosol melalui aktivitas ‘ngariung’ atau makan bersama itu besar sekali. Bahkan, kemungkinan ini bisa terjadi keluarga di rumah.

“Saat makan, tidak mungkin kita tidak melepas masker. Di saat seperti itu, jangan pernah ngerasa Anda atau teman terdekat Anda sehat. Bagaimana pun kemungkinan terpapar Covid-19 sekarang ini ada,” terang dr Nurhayati, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga :  Kasus Gangguan Ginjal Akut di Indonesia Turun Signifikan

Dokter Nurhayati mengingatkan masyarakat bahwa tidak ada satu orang pun yang berhak merasa kebal Covid-19. Anda merasa sehat pun belum tentu Anda tidak terinfeksi Covid-19. Karena itu, kurangi berkerumun dengan orang apalagi sampai melepas masker bersama.

“Makin banyak interaksi dengan orang lain, kemungkinan besar Anda bisa terpapar Covid-19. Ingat, yang Anda lihat sehat, belum tentu tidak terinfeksi Covid-19. Tidak ada yang kebal Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD, mengimbau agar masyarakat yang sudah melakukan aktivitas makan bersama, baik di kantor maupun di tempat makan untuk memastikan makan dengan aman.

Caranya cukup mudah, yang pertama pastikan Anda tidak makan berhadap-hadapan dengan orang lain. “Sebab, ketika makan Anda pastinya membuka masker dan ini meningkatkan risiko terpapar dari orang lain di sekitar Anda,” terangnya dalam Live Instagram, beberapa hari lalu.

Baca Juga :  Sentuh 87,2 Persen, Kesembuhan Pasien Covid-19 Batam di Atas Rata-rata Nasional

Kemudian, upaya lain yang bisa dilakukan adalah memastikan lokasi Anda makan tidak terlalu padat dan juga ruangannya tidak ‘sumpek’. Ini menjadi perhatian penting supaya udara yang ada di tempat makan bergerak dengan baik.

“Risiko aerosol bisa terjadi ketika Anda berada di ruangan dengan ventilasi buruk dan membuka masker bersama dengan orang lain. Ini sangat berisiko,” tambahnya.

Hal yang tak kalah penting adalah jika sudah selesai makan, jangan ngobrol dengan teman kantor, tapi langsung bergegas untuk pergi dari ruangan tersebut. “Ingat, saat Anda ngobrol dan membuka masker bersama, kemungkinan penyebaran virusnya besar sekali. Karena itu, jangan ngobrol ketika makan maupun setelah makan,” pungkas dr Ari.

Sumber : www.okezone.com

Berita Terkait

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB