Pelayaran Malaysia-Batam Dibatasi Selama Larangan Mudik Lebaran 2021

- Publisher

Minggu, 2 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA FOTO)

(ANTARA FOTO)

INIKEPRI.COM – Pelayaran dari Malaysia ke Kota Batam yang biasa membawa Pekerja Migran Indonesia kembali ke Tanah Air, dibatasi selama pemerintah memberlakukan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

Dilansir dari Anrara, Ketua Satgas Pemulangan PMI Kepri yang juga Komandan Resor Militer 033/ WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu menyatakan selama larangan mudik berlaku 6-17 Mei 2020, maka hanya ada enam kali pelayaran dari Malaysia ke Batam, yaitu tiga dari Tanah Merah dan tiga dari Situlang Laut. Padahal, pada hari biasa, terdapat maksimum dua pelayaran internasional ke Batam setiap hari.

BACA JUGA:  Pemko Batam Berikan Bantuan Subsidi Bunga untuk Pelaku UMKM

“Semakin banyak (pelayaran) kita ke sana, semakin banyak kita menerima orang-orang. Kita juga ada batas kemampuan,” kata Ketua Satgas di Batam, Minggu 2 Mei 2021.

Selama ini pemerintah daerah khawatir, apabila PMI terus pulang melalui Batam, maka mereka tertahan di kota setempat karena tidak bisa kembali ke daerah masing-masing terkait kebijakan pelarangan mudik.

BACA JUGA:  66 PMI Jalani Karantina di Batam

Ia memperkirakan masih terdapat ribuan PMI dari Malaysia yang menunggu kepulangan ke Tanah Air.

Sementara itu, pihaknya juga membatasi jumlah hotel yang diizinkan memberikan layanan karantina mandiri bagi PMI, sesuai dengan protokol kesehatan pemulangan PMI.

“Alasannya karena pengawasan. Semakin banyak hotel, semakin banyak membutuhkan orang untuk mengawasi,” kata dia.

Pihaknya menempatkan personel TNI, Polri dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan di hotel lokasi karantina.

BACA JUGA:  Miris! Seorang Pekerja Migran Indonesia Pulang ke Indonesia dalam Kondisi Stroke

UU Karantina menegaskan bagi orang yang tidak mau dikarantina atau melarikan diri ada sanksinya dan itu berat.

“Jadi seandainya mereka berusaha kabur dan sebagainya dengan kita tidak mengawasi, ini riskan bagi yang lain,” kata dia.

Ia mencatat hingga Sabtu (1/5/2021) terdapat sekitar 700 PMI yang masih menjalani karantina di Batam baik di hotel maupun di rumah susun yang disiapkan pemerintah daerah. (RWH/Antara)

Berita Terkait

Amsakar Achmad Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026
Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi
Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri
Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity
Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55
Hari Santri Nasional 2026, Sekda Batam Dorong Santri Kuasai Teknologi
DPRD Batam Setujui Ranperda Pengelolaan Sampah, Fokus pada Sistem Terpadu
BP Batam Perkuat Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan dan Sertifikasi K3

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Amsakar Achmad Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:30 WIB

Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

Berita Terbaru