Doyan Makan Gonggong? Ingat Kolesterol Mengintai

- Publisher

Sabtu, 28 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Gonggong sudah lama dikenal sebagai salah satu makanan laut khas masyarakat Kepulauan Riau, tepatnya di Pilau Bintan dan Batam.

Namun, di balik kelezatan rasanya, siput gonggong ternyata menyimpan kandungan yang berbahaya bagi tubuh.

Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Kota Tanjungpinang, Prof Agung Dhamar Syakti mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi bagian pencernaan dari siput gonggong karena mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh.

“Bagian pencernaan gonggong berada di ujung di dalam cangkangnya. Memang pada bagian itu, agak lebih enak, lembut dan seperti berlemak, tetapi tidak sehat,” kata Agung dilansir Antara, Jumat (27/8/2021).

BACA JUGA:  Wali Kota Tanjungpinang Sampaikan Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD 2020

Berdasarkan penelitian, ditemukan adanya zat berbahaya di bagian pencernaan siput gonggong, yaitu zat seperti mikroplastik dan timbal. Selain itu, ditemukan cacing dan telur cacing berukuran mikrodi bagian pencernaan gonggong.

Hal itu terjadi karena siput gonggong hidup di perairan yang tercemar limbah dari pertambangan bauksit di Pulau Bintan.

BACA JUGA:  Hampir 90 Persen Pekerja Industri Kepri Telah Vaksinasi COVID-19

“Gonggong hidup di pasir yang mengonsumsi organik di sekitarnya. Perairan yang tercemar timbal dan mikroplastik itu menyebabkan gonggong tidak higienis pada bagian tertentu,” ujar dia.

Pada dasarnya, siput gonggong boleh dikonsumsi. Namun, siput gonggong harus diolah dengan cara yang higienis. Misalnya dimulai dengan melepaskan tubuhnya dari cangkang, kemudian memotong bagian pencernaan sebelum dimasak.

Namun bagi masyarakat dan pedagang, bentuk siput gonggong tidak lagi eksotis atau unik bila dimasak atau direbus tanpa cangkang sehingga kerap seluruh tubuh dan cangkang dimasak sehingga kelihatan menarik dan lebih banyak.

BACA JUGA:  Coba Modus Baru, 3 Kapal Ikan Asing Kembali Diringkus KKP di Laut Natuna Utara

Masyarakat tetap boleh mengonsumsi gonggong yang dimasak utuh, namun sebaiknya tidak mengonsumsi bagi pencernaan gonggong tersebut agar lebih sehat.

“Peneliti Umrah juga menemukan tubuh gonggong yang layak dikonsumsi, sangat baik untuk kesehatan tubuh. Namun tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan,” kata dia. (RM)

Berita Terkait

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Begini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa agar Tetap Percaya Diri
WHO Ungkap Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah
BPOM RI Tegaskan Susu Formula di Indonesia Aman

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 - 03:47 WIB

Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Senin, 23 Februari 2026 - 01:30 WIB

Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terbaru