INIKEPRI.COM – Virus hanta kembali menjadi perhatian dunia setelah dilaporkan menginfeksi sejumlah penumpang kapal pesiar MV Hondius yang berlayar menuju Tenerife. Dalam insiden tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital, dr. Rio Yansen Cikutra, Sp.PD, menjelaskan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus.
Menurutnya, virus ini dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal, dan dalam kondisi tertentu dapat mengancam nyawa.
“Infeksi hantavirus paling sering terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi,” jelas dr. Rio, dikutip Kamis (14/5/2026).
Menyerang Paru-Paru dan Ginjal
Dr. Rio menjelaskan, hantavirus dapat menimbulkan dua sindrom utama pada manusia, yaitu:
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang menyerang sistem pernapasan dan paru-paru.
- Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.
Kedua kondisi tersebut dapat berkembang dengan cepat dan membutuhkan penanganan medis segera.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami:
- Demam tinggi
- Sakit kepala hebat
- Nyeri otot, terutama di punggung dan paha
- Tubuh terasa sangat lemas
- Nyeri perut
- Mual dan muntah
- Diare
Jika infeksi memburuk, gejala dapat berkembang menjadi:
- Batuk
- Sesak napas berat
- Penumpukan cairan di paru-paru
- Penurunan fungsi ginjal
Cara Mencegah Penularan
Untuk menurunkan risiko infeksi hantavirus, masyarakat dianjurkan:
- Menutup lubang atau celah yang memungkinkan tikus masuk ke rumah.
- Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
- Membersihkan area yang terkontaminasi dengan pel basah, bukan menyapu kering.
- Mengelola sampah dengan baik.
- Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan kotoran tikus.
Segera Periksa Jika Muncul Gejala
Dr. Rio mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami demam tinggi dan nyeri otot hebat, terutama setelah beraktivitas di lingkungan yang banyak tikus.
“Jika muncul gejala setelah kontak dengan hewan pengerat atau lingkungan yang berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Meski kasus hantavirus relatif jarang, kewaspadaan tetap diperlukan. Menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus menjadi langkah penting untuk melindungi keluarga dari ancaman penyakit ini.
Penulis : RP
Editor : IZ

















