Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

- Publisher

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Embung Fatimah. Foto: INIKEPRI.COM

RSUD Embung Fatimah. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Dinas Kesehatan Kota Batam menyiapkan RSUD Embung Fatimah sebagai rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus hantavirus di Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di Batam. Meski demikian, pihaknya tetap memperkuat kesiapsiagaan sebagai langkah pencegahan dini.

“Kalau di pintu masuk Batam ada pemantauan, sedangkan dari Dinkes kami menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit sebagai langkah antisipasi,” ujar Didi, Senin (11/5/2026).

BACA JUGA:  Nasi Putih Bisa Memicu Diabetes?

Menurutnya, RSUD Embung Fatimah direncanakan menjadi rumah sakit rujukan apabila ditemukan pasien dengan dugaan infeksi hantavirus.

“Kami berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan untuk memastikan kesiapan tatalaksana kasus penyakit virus hanta. Rencananya di RSUD Embung Fatimah,” katanya.

Tindak Lanjut Arahan Kementerian Kesehatan

Didi menjelaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran dan arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait peningkatan kewaspadaan terhadap virus hanta.

Selain menyiapkan fasilitas kesehatan, Dinkes Batam juga memperkuat sistem surveilans melalui pemantauan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

BACA JUGA:  Menkes RI: Wabah Pneumonia di China Bukan Virus Baru Seperti COVID-19

“Tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan juga diberikan sosialisasi mengenai pencegahan, deteksi, dan respons terhadap penyakit virus hanta,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Waspada terhadap Tikus

Dinkes Batam turut mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus serta celurut yang menjadi pembawa (carrier) virus.

Jika membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, masyarakat disarankan menggunakan masker dan alat pelindung diri lainnya untuk mengurangi risiko paparan.

BACA JUGA:  Wali Kota Batam Amsakar: Selingsing Jadi Pilar Sosial di Tengah Keberagaman

“Kalau membersihkan kotoran tikus, sebaiknya memakai masker dan perlindungan yang memadai,” kata Didi.

Ia menambahkan, upaya pengendalian faktor risiko juga dilakukan melalui promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit, organisasi profesi, serta lintas sektor terkait.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap kesiapsiagaan terhadap hantavirus tetap terjaga, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah tersebut.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru