Kuota BBM Bersubsidi Dikeluhkan Nelayan

- Publisher

Jumat, 3 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: ANTARA)

(Foto: ANTARA)

INIKEPRI.COM – Nelayan Pulau Batam mengeluhkan sedikitnya kuota bahan bakar minyak bersubsidi hingga tidak mencukupi untuk berlayar mencari ikan.

Hal itu disampaikan nelayan yang mendiami Pulau Pelampong saat menerima kunjungan Wamen ATR/BPN Surya Tjandra, Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan pejabat lainnya di Pulau Pelampong, Kamis 2 September 2021.

“Ada beberapa keluhan nelayan yang disampaikan, satu di antaranya persoalan BBM,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, dilansir dari ANTARA.

BACA JUGA:  Lonjakan Konsumsi Listrik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Batam

Untuk mendapatkan BBM bersubsidi, nelayan harus mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Kepri, sesuai aturan. Padahal, jarak dari pulau terluar dan pulau-pulau kecil di Kota Batam ke ibu kota provinsi relatif jauh, sehingga menyulitkan.

“Yang mereka keluhkan, dengan jumlah liter seperti itu, mereka harus ke SPBU Terapung habis 3 hingga 4 liter, baliknya juga begitu. Malamnya menangkap ikan, BBM sudah habis, harus kembali lagi,” kata Wakil Wali Kota.

BACA JUGA:  Nelayan Diminta untuk Lebih Hati-Hati Melaut di Perbatasan RI-Malaysia

Tidak hanya itu, penerbitan surat rekomendasi dari Pemprov juga menyulitkan nelayan.

Menurut Amsakar, semestinya surat rekomendasi kuota BBM bersubsidi bisa dari Pemerintah Kota saja, sehingga relatif lebih mudah.

“Saya minta ke Dirjen KKP tolong bantu, agar rentang kendali pelayanan diperpendek. Tidak usah lagi di provinsi, tapi cukup di kota,” kata dia.

Ia tidak ingin nelayan di perbatasan menghadapi banyak persoalan.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Tata Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Pamuji Lestari menyatakan akan menyampaikan aspirasi nelayan untuk dibahas lebih lanjut.

BACA JUGA:  KKP Ajukan Revisi Indeks Tarif PNBP Pascaproduksi

Sementara itu, menanggapi keluhan nelayan, Wamen ATR/BPN Surya Tjandra mengatakan akan menyampaikan persoalan itu kepada Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama.

“Nanti saya WA saja. Bagaimana ini,” kata dia.

Dia berharap Pertamina bisa memberikan pengecualian kuota BBM bersubsidi untuk nelayan yang tinggal di pulau kecil terluar. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam
Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola
DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air
Tarif Parkir Berlangganan Batam Dipangkas 50 Persen, Amsakar–Li Claudia Beri Keringanan untuk Warga
Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan
Amsakar Achmad Kembali Pimpin MD KAHMI Batam, Terpilih Aklamasi Periode 2026-2031
Aweng Kurniawan Pimpin Gerakan Indonesia ASRI di Tanjung Riau, Gerindra Batam Sasar Lingkungan Warga
HUT ke-5 GARPU NasDem Kepri, Tegaskan Komitmen Bergerak Bersama Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 06:30 WIB

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

Rabu, 23 September 2026 - 08:18 WIB

Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola

Selasa, 22 September 2026 - 07:00 WIB

DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air

Senin, 21 September 2026 - 16:38 WIB

Tarif Parkir Berlangganan Batam Dipangkas 50 Persen, Amsakar–Li Claudia Beri Keringanan untuk Warga

Senin, 21 September 2026 - 16:30 WIB

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan

Berita Terbaru