[Infografis] Pertalite, Solar dan LPG Lebih Banyak Dinikmati Orang Mampu

- Publisher

Minggu, 4 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis. Foto: KATADATA

Infografis. Foto: KATADATA

Anggaran pertalite, solar, dan LPG terus meningkat, tapi yang menikmati justru kalangan menengah ke atas.

INIKEPRI.COM – Setiap tahun, anggaran subsidi dan kompensasi untuk energi khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG terus meningkat. Namun, subsidi energi tersebut justru lebih banyak dinikmati masyarakat mampu bahkan kaya.
Padahal, peningkatan alokasi subsidi pada 2022 terjadi sangat tajam. Berdasarkan perhitungan Kementerian Keuangan, pada awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, total alokasi subsidi dan kompensasi BBM serta LPG 3kg senilai Rp96 triliun.

BACA JUGA:  Kuota BBM Bersubsidi Dikeluhkan Nelayan

Pada tahun yang sama pasca perubahan APBN yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022, total alokasi subsidi dan kompensasi melonjak empat kali lipat mencapai Rp401,9 triliun.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Dijadwalkan Nonton Langsung MotoGP Mandalika 2022 

Ironisnya, subsidi dan kompensasi justru dinikmati masyarakat kalangan menengah ke atas. Kemenkeu mencatat 86 persen pengguna Pertalite merupakan rumah tangga dan 14 persen dunia usaha. Dari 80 persen rumah tangga tersebut berasal dari kalangan mampu, terutama pemilik kendaraan. Artinya hanya 20 persen bensin bersubsidi dinikmati kalangan penduduk miskin.

BACA JUGA:  Pengamat: Kedaulatan Maksimal Melalui Penguasaan Ruang Penerbangan

Adapun pengguna solar 11 persen berasal dari rumah tangga dan 89 persen dunia usaha. Dari 11 persen tersebut, sekitar 95 persennya dinikmati kalangan mampu. Menurut Bank Dunia, konsumsi solar 42-73 persennya dinikmati pemilik mobil, sedangkan penduduk miskin hanya mengkonsumsi 5 persennya. Tak hanya itu, LPG berukuran 3 kg juga dinikmati oleh rumah tangga mampu sebanyak 68 persen. (MIZ/KATADATA/ADV)

Berita Terkait

Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri
BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot
Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara
Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT
ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:03 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri

Senin, 27 Juli 2026 - 16:03 WIB

BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:11 WIB

Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:29 WIB

Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10

Berita Terbaru