TNI AL Usul Pemerintah Buat Simbol di Batas Negara

- Publisher

Selasa, 7 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: ANTARA)

(Foto: ANTARA)

INIKEPRI.COM – TNI Angkatan Laut (AL) memberikan usulan ke Pemerintah membuat simbol batas negara di perairan sebagai tanda yang membatasi Indonesia dengan negara lain.

“Bagaimana kalau di ZEE ada rig yang membatasi Indonesia dengan negara lain. Vietnam saja punya,” kata Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto dalam rapat Pansus RUU Landas Kontinen, di Batam, Senin 6 September 2021.

Sebagai personel TNI AL yang pernah melaksanakan tugas patroli di Perairan Natuna, menurut dia, simbol batas negara sangat penting.

BACA JUGA:  Lengkap! Jadwal Kedatangan, Keberangkatan, dan Harga Tiket KM Kelud Bulan Maret 2026

“Minimal, Bendera Merah Putih berkibar terus,” kata dia.

Ia mengatakan, laut tidak memiliki pagar, sehingga tidak ada peringatan apa pun bagi kapal untuk melintasi batas negara, karenanya penting untuk dibangun batas negara.

Batasan yang jelas wilayah antarnegara tidak hanya untuk kepentingan agar tidak ada kapal ikan asing yang seenaknya masuk perairan NKRI, namun juga sebaliknya, agar nelayan RI tidak sampai berlayar ke wilayah negara lain.

BACA JUGA:  UWT Bisa Dicicil 10 Kali, Berlaku hingga 26 Februari 2021

“Sehingga batas itu jelas. Jangan di angan-angan saja. Nelayan kita juga tahu, wilayah Indonesia sampai sini, sehingga mereka tidak kebablasan,” kata dia.

Ia mengusulkan simbol batas negara menggunakan rig yang tidak terpakai, yang ditarik hingga batas negara.

Ketua Tim Pansus RUU Landas Kontinen Taufik Basari mengatakan akan melanjutkan masukan membuat simbol di perbatasan dalam rapat di DPR.

BACA JUGA:  Cerita Mistis Baret Ungu Korps Marinir, Diambil dari Selendang Nyi Roro Kidul

“Kami mendapatkan masukan luar biasa dari ‘stakeholder’, bagaimana membuat simbol di perbatasan, karena itu dibutuhkan untuk menunjukkan wilayah kekuasaan kita,” kata dia.

Simbol batas negara bisa menjadi tanda, di lokasi itu Indonesia berdaulat.

“Masukan akan kami bawa pada rapat di DPR menjadi ide menarik yang datang dari Kepri. Itu ide menarik dan bisa dieksekusi,” kata dia pula. (AFP/ANTARA)

Berita Terkait

Pameran Foto Pembangunan Batam, BP Batam Hadirkan Visualisasi Perjalanan dan Capaian Pembangunan Daerah
Batam Mau Tiru Singapura! Parkir Sembarangan hingga Buang Air Sembarangan Bakal Diatur
Perusahaan di Batam Diduga Akali Upah Buruh Pakai NIB UMKM, Pekerja Welder Digaji Rp3 Juta
Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan
Pansus DPRD Batam Mulai Bahas Revisi Perda Ketertiban Umum, Anwar Anas Buka Ruang Aspirasi Publik
Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil
GPK Kepri Desak Prabowo Evaluasi Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden, Ini Alasannya

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:08 WIB

Pameran Foto Pembangunan Batam, BP Batam Hadirkan Visualisasi Perjalanan dan Capaian Pembangunan Daerah

Sabtu, 7 November 2026 - 09:44 WIB

Batam Mau Tiru Singapura! Parkir Sembarangan hingga Buang Air Sembarangan Bakal Diatur

Sabtu, 7 November 2026 - 08:33 WIB

Perusahaan di Batam Diduga Akali Upah Buruh Pakai NIB UMKM, Pekerja Welder Digaji Rp3 Juta

Kamis, 5 November 2026 - 14:21 WIB

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional

Kamis, 5 November 2026 - 12:44 WIB

Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan

Berita Terbaru