5-10 Persen Pekerja Migran yang Tiba di Batam Positif COVID-19

- Publisher

Minggu, 26 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: ANTARA)

(Foto: ANTARA)

INIKEPRI.COM – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam menyatakan sekitar 5-10 persen pekerja migran Indonesia (PMI) yang tiba di Tanah Air melalui Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, terkonfirmasi positif COVID-19.

“Persentasenya 5 hingga 10 hingga persen. Ini jumlah yang banyak,” kata Kepala KKP Batam Achmad Farchanny di Batam, dilansir INIKEPRI.COM dari ANTARA 26 September 2021.

Ia menjelaskan setiap PMI yang pulang ke Tanah Air wajib menjalani dua kali tes usap PCR di Batam. Yang pertama saat tiba di pelabuhan, dan yang kedua pada hari ketujuh karantina.

BACA JUGA:  Seluruh Pegawai BPJS Kesehatan Batam dan Karimun Sudah Divaksin Covid-19

Berdasarkan data pihaknya, jumlah PMI yang positif COVID-19 relatif bertambah dalam pemeriksaan tes usap PCR kedua. Hal ini karena kemungkinan terjadi penularan saat PMI dikarantina.

“Jumlahnya relatif bertambah,” katanya.

Usai pengambilan sampel tes usap PCR, kata dia, seluruh PMI menjalani karantina di rumah susu (rusun), sambil menunggu hasil uji laboratorium, di mana ini membutuhkan waktu lebih dari sehari.

BACA JUGA:  Duh, Nenek Berusia 60 Tahun di Batam Terinfeksi COVID-19 Varian B117

Setelah hasilnya keluar, katanya, baru kemudian yang terkonfirmasi positif dievakuasi ke RSKI Pulau Galang dan yang negatif tetap menjalani karantina, untuk kemudian menjalani tes usap COVID-19 kedua pada hari ketujuh.

Iia mengatakan, setiap hasil pemeriksaan tes usap PCR dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan *BTKL) dan RSKI Pulau Galang terbit, sekitar 15-20 orang PMI yang diperiksa terkonfirmasi positif COVID-19.

Sedangkan jumlah PMI yang tiba di Tanah Air sekitar 150-170 orang setiap harinya.

BACA JUGA:  Sakti! Duta Game Zone Masih Beroperasi di Tengah Pemukiman Warga

Ia menambahkan Kementerian Perhubungan berencana menggunakan tes cepat molekuler (TCM) untuk menggesa hasil pemeriksaan kesehatan PMI dan WNA yang tiba di Tanah Air. Hal ini guna menghindari terjadinya penularan virus saat mereka menjalani karantina, sambil menunggu hasil tes PCR terbit.

Pihaknya masih mempersiapkan penempatan alat itu. Meski menurut dia, pemeriksaan menggunakan TCM masih relatif lama, karena membutuhkan waktu beberapa jam.

“Kami harapkan dari pusat ada mesin yang lebih cepat,” demikian Achmad Farchanny. (AFP/ANTARA)

Berita Terkait

BP Batam Upayakan Hujan Turun di Waduk Lewat Operasi Modifikasi Cuaca
Amsakar Achmad Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026
Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi
Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri
Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity
Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55
Hari Santri Nasional 2026, Sekda Batam Dorong Santri Kuasai Teknologi
DPRD Batam Setujui Ranperda Pengelolaan Sampah, Fokus pada Sistem Terpadu

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:45 WIB

BP Batam Upayakan Hujan Turun di Waduk Lewat Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Amsakar Achmad Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:30 WIB

Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity

Berita Terbaru