Jelang Natal, Batam Antisipasi Peningkatan Kepulangan Pekerja Migran

- Admin

Sabtu, 4 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepulangan Pekerja Migran Indonesia beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA

Kepulangan Pekerja Migran Indonesia beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Kepulauan Riau mengantisipasi peningkatan arus kepulangan pekerja migran melalui daerah setempat menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan sebagai kepala daerah tingkat dua, dirinya tidak memiliki wewenang mengatur lintas batas antarnegara, terkait kepulangan PMI (pekerja migran Indonesia).

Namun dirinya berkomitmen untuk tetap melindungi warga Batam dari ancaman penularan COVID-19.

“Apa kebijakan Presiden, akan dilaksanakan. Tapi saya harus proteksi masyarakat Batam,” kata dia, Jumat 3 Desember 2021.

Baca Juga :  Sesama Katering Batam, Makan Enak dan Enak di Kantong

Sesuai dengan surat edaran terbaru, maka seluruh orang dari luar negeri harus menjalani karantina 10 hari. Menurut dia, aturan itu mestinya bisa menyelamatkan warga Batam, karena masa inkubasi virus sekitar tujuh hari.

Namun, apabila setiap PMI harus menjalani karantina 10 hari di Batam, maka pihak terkait harus memikirkan biayanya.

“Kalau sehari yang datang 200 orang, artinya 2.000 orang ditampung silih berganti. Siap tidak kasih makan, siap tidak mengarantina mereka, siap tidak tenaga medis menjaga mereka,” kata dia.

Baca Juga :  Terima Kasih! Amtek dan PaxOcean Sumbang APD untuk Kepri

Selama ini, PMI yang masuk Indonesia melalui Batam menjalani karantina di tiga rumah susun. Namun, ia mengingatkan, kapasitas rusun juga terbatas.

Menurut dia, karantina dalam jumlah besar rawan keributan, apabila tidak ditangani dengan baik.

“Ada kebutuhan pribadi, ke kamar mandi, siap tidak kita. Rusun hanya ada beberapa blok, kalau masuk semua, bisa ribut,” kata dia.

Baca Juga :  Menhub Pantau Kepulangan PMI di Batam

Dan itu hanya persoalan karantina PMI yang negatif COVID-19, belum lagi berbagai persiapan menghadapi PMI yang dinyatakan positif COVID-19.

Karenanya, kata dia, pihaknya akan mencari solusi bersama muspida setempat, terutama Komandan Kodim 0316/ Batam selaku Ketua Satuan Tugas Khusus Pemulangan PMI.

“Karena tumpuan mereka di Batam,” kata dia. (RS/ANTARA)

Berita Terkait

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB