Camp Vietnam, Destinasi Wisata Bersejarah di Batam

- Publisher

Selasa, 7 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camp Vietnam. Foto: ANTARA

Camp Vietnam. Foto: ANTARA

INIKEPRI.COM – Batam menjadi salah satu destinasi wisata yang kerap menjadi alternatif plesiran kaum eksekutif dari Singapura maupun Malaysia.

Selain tersedia banyak wisata pantai, Batam menawarkan wisata sejarah terkait pengungsi Vietnam, namanya Camp Vietnam di Pulau Galang, yang menjadi bukti sejarah sisi kemanusian di Indonesia.

Pulau Galang dulunya adalah tempat penampungan atau camp para pengungsi Vietnam yang merupakan korban Perang Saudara. Camp tersebut yang dibangun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nation High Commissioner of Refugees (UNHCR) di atas lahan seluas 80 hektare.

Camp pengungsian ini menampung lebih dari 250.000 pengungsi sejak tahun 1979-1996. Setelah para pengungsi kembali, bangunan-bangunan yang ditinggalkan menjadi wisata sejarah kemanusiaan yang dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Sejarah Singkat Camp Vietnam

Warga Vietnam terdampar sebagai dampak perang saudara pada 1957-1975. Ketika itu, dua kubu ideologi besar, yakni komunis – kubu Demokratik Vietnam (Vietnam Utara) – dan liberal – kubu Republik Vietnam (Vietnam Selatan)- yang saling menghancurkan.

BACA JUGA:  RI Siapkan Lokasi Perawatan Medis Rakyat Gaza

Perang makin membara lantaran keterlibatan sejumlah negara lain. Misalnya Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina bersekutu dengan Vietnam Selatan, sedangkan Uni Soviet dan Tiongkok mendukung Vietnam Utara yang berideologi komunis.

Jumlah korban tewas dalam perang tercatat lebih dari 280.000 jiwa di pihak Vietnam Selatan dan lebih dari 1.000.000 jiwa di pihak Vietnam Utara. Eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain tak terelakkan. Setelah perang berakhir, kedua kubu Vietnam kembali bersatu pada 1976.

Namun, saat perdamaian itu terjadi, sebagian pengungsi justru masih terombang-ambing di tengah lautan dan sebagian kecil terdampar di Pulau Berelang pada 1977.

BACA JUGA:  Warga Tembesi Tower Bangun Gerbang & Bilik Disenfektan Guna Melawan Corona

Camp ini disebut-sebut pernah menampung 205.000 pengungsi dari Vietnam. Sedangkan di dinding Museum Camp Vietnam, hanya ada data 4.627 orang lengkap dengan label nama-nama mereka. Adapun di kompleks kuburan pengungsi tercatat ada 503 makam.

Camp Vietnam di Pulau Galang sangat unik dan menarik. Selain fasilitas kesehatan dan sekolah, di Camp Vietnam ada juga penjara untuk para pengungsi yang melakukan tindakan kejahatan, seperti pencurian dan pemerkosaan.

Di dekat pintu masuk, dibangun sebuah patung yang diberi nama Humanity Statue atau Patung Kemanusiaan. Patung ini didirikan untuk mengenang kisah tragis dan memilukan seorang perempuan bernama Tinhn Han Loai yang tewas bunuh diri karena tidak sanggup menahan malu.

Selain pengunjung bisa menikmati wisata sejarah, di camp tersebut juga sering digunakan wisatawan sebagai tempat untuk wisata religi. Sebab, ada banyak peninggalan sejarah religi. Di antaranya, tempat ibadah umat kristiani Gereja Katolik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem, Gereja Protestan, dan Mushola.

BACA JUGA:  Sambangi Galang, Garnita Kepri Ajak Masyarakat Senam Sehat dan Bagikan Ratusan Masker

Sementara, tempat ibadah yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing adalah Vihara Quan Am tu, atau akrab disebut Pagoda Biksu. Di sana ada patung Quan Im yang berdiri kokoh di atas kepala naga dan diapit oleh dua pengawal serta patung dewa lainnya.

Peninggalan sejarah ini, membuat BP Batam, selaku pengusul utama, mengajukan wisata Camp Vietnam sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) Tahun 2022 sebagai MKB “Wajah Humanisme Indonesia”. Dan, pada Rabu (18/5/2022) di Hotel Pangeran Pekanbaru, wisata Camp Vietnam menerima penghargaan sebagai MKB dari Dewan Pakar MKB didampingi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan sejumlah Kementerian. (RBP/BISNIS)

Berita Terkait

Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s
Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland
Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam
Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola
DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air
Tarif Parkir Berlangganan Batam Dipangkas 50 Persen, Amsakar–Li Claudia Beri Keringanan untuk Warga
Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan
Amsakar Achmad Kembali Pimpin MD KAHMI Batam, Terpilih Aklamasi Periode 2026-2031

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:59 WIB

Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s

Jumat, 25 September 2026 - 06:03 WIB

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland

Kamis, 24 September 2026 - 06:30 WIB

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

Rabu, 23 September 2026 - 08:18 WIB

Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola

Selasa, 22 September 2026 - 07:00 WIB

DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air

Berita Terbaru