Menempa Generasi Muda Untuk Melahirkan Negarawan

- Publisher

Senin, 1 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amirul Khalish Manik. Foto: Istimewa

Amirul Khalish Manik. Foto: Istimewa

Oleh: Amirul Khalish Manik, S.Fil., S.Pd.

INIKEPRI.COM – Mengutip hasil pemikiran pahlawan proklamator dan bapak bangsa almarhum Mohammad Hatta, dalam kehidupan negara ada tiga kelompok yang berperan. Pertama adalah Ahli, Teknokrat, dan Birokrat. Kedua adalah Kalangan Politisi. Ketiga adalah Negarawan.

BACA JUGA:  New Normal : Sebuah Tatanan Hidup Baru Dengan Perubahan Pola Fikir

Bapak Hatta memperjelas, ”Loyalty to my party ends when loyalty to my country.” Kesetiaan seseorang kepada partainya harus berakhir kalau ia kemudian menjadi negarawan. Penjelasan diatas masih membingungkan. Siapakah negarawan itu sebenarnya? Politisikah? Orang bijak mengatakan, antara politisi dan negarawan terdapat perbedaan yang jelas. Politisi berbicara tentang kemenangan yang akan dating, sedang negarawan berbicara tentang generasi yang akan datang.

BACA JUGA:  Sibuk Bahas Sindikat Mafia TPPO, Lupa Musuh Besar Bangsa adalah Kemiskinan

BACA JUGA:

Pemilu ‘Wedding Party Oligarki-Kapitalis’

Kualitas Iman, Ilmu Dan Amal: Momentum Bagi Generasi Muda Islam dalam Mencari Peluang dan Menghadapi Tantangan Masa Depan

BACA JUGA:  Menangkal Hoax, Menyebar Konten Narasi Positif Seputar Penanganan Pandemi

Generasi muda perlu berani berkata, kamilah orangnya, jangan tunggu lagi yang lain, katakanlah, kitalah seorang Muslim Negarawan itu. Sebagai seorang negarawan, kita berazzam untuk mempersembahkan yang terbaik buat negeri ini.

Berita Terkait

Catatan Jelang Setahun Kepemimpinan ASLI: Melangkah Bertakar, Memimpin Bertuah
Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?
Asap, Asa dan Amsakar Achmad
Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini
Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad
Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika
Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak
Haruskah Menderita Atas Nama Indonesia?!

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:56 WIB

Catatan Jelang Setahun Kepemimpinan ASLI: Melangkah Bertakar, Memimpin Bertuah

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:52 WIB

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:28 WIB

Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Senin, 21 April 2025 - 11:02 WIB

Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

Selasa, 8 April 2025 - 15:25 WIB

Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad

Berita Terbaru