Ini Sijori, Proyek Ambisius Satukan Singapura-Johor-Batam!

- Publisher

Kamis, 1 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Indonesia tengah serius untuk mendorong konektivitas area Sijori (Singapura, Johor, dan Kepulauan Riau). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi lewat investasi.

Kepulauan Riau yang masuk dalam area Sijori ini adalah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan dalam kunjungannya ke Singapura pada 29-30 Agustus 2022, peningkatan konektivitas Sijori menjadi salah satu pembahasan.

Adapun konektivitas yang akan disambungkan dalam Sijori ini adalah dari sisi konektivitas data lewat fiber optik, lalu sektor energi, dan juga pembangunan infrastruktur fisik yang menyambungkan seluruh wilayah Sijori ini.

“Malaysia dan Singapura membangun sambungan selain fiber optic juga energi. Jadi kalau energi kita juga tersambung, kita punya kelebihan (ekses) energi di Batam, kita bisa jual ke Singapura. Namun kebutuhan dalam negeri tetap diutamakan terlebih dahulu dan menjadi prioritas utama,” ujar Airlangga saat ditemui di Singapura, Selasa (30/8/2022), dilansir dari CNBCINDONESIA.

BACA JUGA:  Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp 258,6 Miliar

Soal energi, memang saat ini ada rencana pembangunan solar panel mengambang di atas danau-danau di Batam. Listrik dari solar panel ini akan disalurkan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa di Batam yang bergerak di sektor digital. Sudah ada komitmen pembangunan data center berskala besar di KEK ini, yang listriknya akan dipasok dari solar panel tersebut. “Kalau nanti ada kelebihan pasokan listrik, baru bisa kita ekspor ke Singapura. Kan selama ini kita juga memasok gas ke Singapura,” jelas Airlangga.

Di sektor energi, juga ada konektivitas digital dari Nongsa ke Singapura. Konektivitas ini akan diperluas, salah satunya lewat pembangunan konektivitas fisik. Namun Airlangga tidak menyinggung lebih jauh apa konektivitas fisik yang akan dibangun.

“Kita punya program jembatan Batam-Bintan yang akan ditender tahun ini, yaitu jembatan dari Batam ke Tanjung Sauh dengan skema PPP. Kita juga bisa pertimbangkan konektivitas langsung dengan Singapura dalam bentuk misalnya kapal feri diperbanyak dan lainnya. Dan alternatif lain bisa kita kembangkan,” papar Airlangga.

BACA JUGA:  HUT ke-80 RI, QRIS Resmi Dapat Digunakan di Jepang

Dari berbagai sumber disebutkan Tanjung Sauh adalah sebuah pelabuhan yang akan mampu menangani pengiriman melalui Selat Malaka tanpa transit di Singapura. Pelabuhan ini akan memiliki konektivitas langsung dengan pelabuhan di Singapura.

Konsep Sijori ini pertama kali diumumkan ke publik pada 1989 oleh Wakil Perdana Menteri Singapura, Goh Chok Tong. Lewat Sijori, Singapura bisa merelokasi industri yang padat karya dan memerlukan banyak pekerja ke Johor atau Kepri yang ongkos pekerjanya lebih murah.

Konektivitas Sijori ini menurut Airlangga akan banyak mendatangkan keuntungan ekonomi bagi Indonesia, salah satunya adalah di sektor pariwisata. Batam dan Bintan sangat menarik untuk pariwisata dari Singapura dan juga Johor Malaysia.

BACA JUGA:  Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen

Selain itu juga bisa didorong ekonomi sektor agrikultur. Airlangga mengatakan, Singapura memiliki kebutuhan pasokan sayuran dan ayam. Untuk ayam saat ini Singapura mendapat pasokan dari Jawa.

“Ayam ini diekspor dari Jawa dalam bentuk beku, mereka juga terima dalam bentuk hidup. Ini untuk memudahkan karantina melalui Bintan. Jadi Bintan akan dikembangkan ternak ayam yang bisa diekspor ke Singapura. Seperti ekspor daging babi dari Pulau Bulan,” papar Airlangga.

Selain itu, lewat Sijori, Indonesia juga bisa menarik investasi Amerika Serikat (AS) yang selama ini masuk ke Singapura. Nilai investasi AS ke Singapura tidak main-main jumlahnya, mencapai US$ 350 miliar atau sekitar Rp 5.000 triliun.

“Investasi AS ke Singapura ini bisa kita tarik. Jadi kita tidak boleh alergi. Dan ini perlu didorong ke Indonesia,” kata Airlangga. (DI/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Kinerja Investasi dan Logistik Menguat, Plh. Kepala BP Batam: Batam Penggerak Ekonomi Kawasan
Rupiah Pecah Rekor Bersejarah! Dolar AS Tembus Rp18.000, Dolar Singapura Lewati Rp14.000
Pertamina Hulu Energi Targetkan Pengeboran Eksplorasi East Natuna Semester II 2026
Warga Batam Bisa Bernapas Lega! Amsakar–Li Claudia Bebaskan PBB hingga 100 Persen, Simak Syaratnya
Batam Siapkan 64 Koperasi Merah Putih, Lima Titik Sudah Berdiri dan Siap Beroperasi: Ada yang Sudah Jual Sembako, LPG hingga Obat
Zarubezhneft Pastikan Lanjutkan Pengembangan Blok Tuna di Laut Natuna, Proyek Dimulai Juni 2026
Batam Tak Terbendung! Rp17,4 Triliun Mengalir dalam Tiga Bulan Pertama 2026, PMDN Melonjak 216 Persen
BP Batam Matangkan Proyek SWRO di Kabil dan Nongsa Digital Park, Air Laut Siap Disulap Jadi Penopang Industri
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kinerja Investasi dan Logistik Menguat, Plh. Kepala BP Batam: Batam Penggerak Ekonomi Kawasan

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Pecah Rekor Bersejarah! Dolar AS Tembus Rp18.000, Dolar Singapura Lewati Rp14.000

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:26 WIB

Pertamina Hulu Energi Targetkan Pengeboran Eksplorasi East Natuna Semester II 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:53 WIB

Warga Batam Bisa Bernapas Lega! Amsakar–Li Claudia Bebaskan PBB hingga 100 Persen, Simak Syaratnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:11 WIB

Batam Siapkan 64 Koperasi Merah Putih, Lima Titik Sudah Berdiri dan Siap Beroperasi: Ada yang Sudah Jual Sembako, LPG hingga Obat

Berita Terbaru