Diresmikan Menteri KKP, Kampung Madong dan Sei Nyirih Jadi Kawasan Ekoeduwisata

- Publisher

Rabu, 19 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI), Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Kota Tanjungpinang, tepatnya di Kampung Madong, Kelurahan Kampung Bugis, Selasa (18/10/2022). Foto: Istimewa

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI), Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Kota Tanjungpinang, tepatnya di Kampung Madong, Kelurahan Kampung Bugis, Selasa (18/10/2022). Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI), Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Kota Tanjungpinang, tepatnya di Kampung Madong, Kelurahan Kampung Bugis, Selasa 18 Oktober 2022.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono yang tiba sekitar pukul 12:15 WIB tersebut, disambut Wali Kota Tanjungpinang, Rahma dan jajaran dari Pemprov Kepri.

Kedatangan Menteri beserta rombongan ke Tanjungpinang ini, dalam rangka kegiatan gerakan nasional bulan cinta laut dengan tema laut sehat, ikan lestari, nelayan sejahtera.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Rahma menjelaskan Tanjungpinang memiliki 21 titik kampung nelayan yang tersebar di pesisir kota ini.

Kampung-kampung tersebut didiami oleh masyarakat nelayan berbilang kaum dengan kondisi sangat terbatas untuk daya jelajah tangkapan. Belum menguasai teknologi, dan terhambat modal serta manajemen usaha.

BACA JUGA :

Menteri KKP Berkomitmen Perjuangkan Kesejahteraan 6.000 Nelayan Lokal di Kepri

BACA JUGA:  Seragam Baru, Semangat Baru: Wali Kota Lis Serahkan Bantuan Sekolah Gratis

“Permasalahan lain dalam peningkatan hasil tangkapan adalah kendala cuaca pada musim tertentu membuat para nelayan tidak bisa bekerja maksimal,” kata Rahma.

Rahma bertekad untuk mengangkat potensi alam yang ada di laut Tanjungpinang yang belum tersentuh selama ini, salah satunya wisata alam hutan mangrove.

Melalui kegiatan wisata ini sekaligus juga mengangkat tradisi kehidupan masyarakat di kampung nelayan seperti permainan rakyat, olahraga bahari, kesenian, sejarah dan budaya Melayu yang kental dengan budaya maritim.

“Pemko Tanjungpinang bersama Kampus Umrah akan mengembangkan Kampung Madong dan Kampung Sungai Nyirih menjadi kawasan minawisata kampung ikan madong sungai nyirih,” ujarnya.

BACA JUGA :

Menteri KKP Mau Buat Terobosan, Nelayan Harus Dapat Pensiun

Untuk itu, ia berharap dukungan dari Menteri Kelautan dan Perikanan dalam mewujudkan cita-cita kami dan khusunya masyarakat perikanan yang ada di Kota Tanjungpinang.

BACA JUGA:  Hasan Dorong Kelompok Tani Tingkatkan Produksi Komoditi Pangan

“Kami mohon dukungan dari pak Menteri untuk mewujudkan cita-cita kami,” tambahnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa Kepri halaman depannya adalah laut dan sumber utamanya juga dari laut, maka itu diperlukan suatu kebijakan yang bisa berjangka panjang untuk kepentingan umat manusia.

“Pertama memperluas kawasan konservasi yang tertutup dan ini harus didukung oleh pemerintah daerah,” ucapnya.

Menteri mengatakan, Indonesia kita bagi menjadi enam zona. Kepri adalah zona satu, kawasannya sampai dengan laut Natuna yang berbatasan dengan laut Cina selatan.

Setiap zona itu, kita desain satu kawasan yang tidak boleh diganggu, kawasan yang tidak boleh dilintasi oleh kapal, kawasan yang tidak boleh dilakukan pengambilan ikan dan seterusnya yang kita sebut sebagai konservasi tertutup.

BACA JUGA:  English Club MTsN Tanjungpinang, Wadah Asah Bahasa Inggris Siswa di Luar Jam Pelajaran

“Ada tiga benefit yang bisa kita dapat, yang pertama adalah akan mampu memproduksi oksigen, lalu kedua penyerapan karbon yang lebih tinggi daripada hutan di darat, dan ketiga tempat budi daya ikan,” ungkapnya.

Ini juga, kata Menteri, lebih kepada bagaimana kita memikirkan masa depan generasi berikut. Karena itu, implementasi kebijakan ekonomi biru ini harus bisa disosialisasikan kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Menurut saya ini hal penting, karena Kepri ini adalah zona satu. Nanti kita akan bekerja sama dengan umrah dan pemda setempat,” tuturnya.

Dalam kunjungan kerja ini juga dilaksanakan penandatanganan prasasti peresmian Kampung Ikan Madong dan Kampung Sei Nyirih sebagai Kawasan Ekoeduwisata, aksi bersih laut, dan penyerahan paket perbekalan nelayan melaut serta benih ikan. (DI)

Berita Terkait

Lomba Gerak Jalan Proklamasi Tanjungpinang 2026 Dibuka, Pendaftaran Kini Sepenuhnya Online
Jangan Salah Datang! Libur Sekolah di Tanjungpinang Diperpanjang, Siswa Baru Masuk 20 Juli 2026
Tak Tergoyahkan! Batam Borong Prestasi dan Kunci Juara Umum MTQ Kepri 2026
Kafilah Batam Tampil Meyakinkan, Sepuluh Peserta Lolos Final MTQ Kepri XII
Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama
Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan
Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga
Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:37 WIB

Jangan Salah Datang! Libur Sekolah di Tanjungpinang Diperpanjang, Siswa Baru Masuk 20 Juli 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:59 WIB

Tak Tergoyahkan! Batam Borong Prestasi dan Kunci Juara Umum MTQ Kepri 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 07:08 WIB

Kafilah Batam Tampil Meyakinkan, Sepuluh Peserta Lolos Final MTQ Kepri XII

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02 WIB

Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan

Berita Terbaru