INIKEPRI.COM – Senyum sumringah terpancar dari wajah Iqbal, saat petugas pemasangan meteran dari SPAM Batam memberitahukan akan memasang sambungan air di rumahnya yang terletak di Perumahan Bunga Raya, Batam Center, Kota Batam, Rabu 14 Desember 2022.
Rasa bahagia itu timbul lantaran setelah lebih dari tiga bulan Iqbal bersama keluarganya menunggu antrian pemasangan sambungan.
“Saya melakukan permohonan baru di kantor SPAM Batam cabang Bengkong di tanggal 31 Agustus 2022 lalu. Saat itu petugas mengatakan antrian pemasangan akan memakan waktu satu atau dua bulan karena stok meteran air kosong,” ujar Iqbal, yang juga pimpinan dari media siber INIKEPRI.COM, Kamis 15 Desember 2022.
Saat di kantor SPAM Batam tersebut, ujar dia, petugas disana mengatakan, sebelum dilakukan pemasangan, akan dihubungi oleh pihak SPAM Batam.
“Nanti akan dihubungi saat petugas mensurvei lokasi. Setelah itu baru dibayarkan tunggakan dan biaya pemasangan,” ingatnya.
Ia lalu melanjutkan ceritanya mengenai meteran air di rumahnya yang dicabut oleh pihak ATB (perusahaan penyedia air bersih sebelum SPAM).
“Kala itu rumah saya disewakan kepada orang dan tidak dibayarkan tagihan airnya. Lalu, rumah itu kosong beberapa bulan. Hingga di awal Agustus 2022, saya mengecek rumah. Saat itu baru tahu keadaannya seperti itu,” ucap dia.
Dia kemudian melanjutkan, ketika melakukan pengurusan pemasangan sambungan baru itu, ia sempat bertanya kepada salah seorang staf di SPAM Batam terkait meteran air.
“Soalnya saya mau melakukan perbaikan di rumah itu. Tentu itu membutuhkan air. Melalui pesan WhatsApp, saya bertanya kepada salah seorang staf. Dia menegaskan kosongnya meteran air di SPAM. Orang tersebut juga menyebut, kala pengelolaan air di Batam masih di handle ATB, ada kebijakan dirkit. Kebijakan yang dimaksud adalah peminjaman meteran sementara oleh ATB,” ujarnya kecewa.
Lantaran tak kunjung mendapatkan solusi, sambungnya, ia akhirnya meminta air dari tetangga dengan menggunakan selang panjang.
“Akhirnya tarik selang panjang dari tetangga untuk kebutuhan renovasi,” kata dia.
Bulan September pun berlalu, sambung Iqbal, namun informasi pemasangan tak kunjung juga sampai.
“Saya kemudian mendatangi lagi kantor SPAM. Jawaban tetap sama, disuruh sabar. Dan rupanya bukan hanya saya saja yang alami,” sesal dia.
Bulan kemudian berganti, hingga tahun 2022 memasuki bulan Desember. Hal ini membuat Iqbal semakin kecewa dengan buruknya pelayanan dari SPAM Batam.
“Padahal yang saya tahu dari berita, di bulan November 2022, masalah sambungan baru ini akan diselesaikan oleh SPAM. Namun itu bagai sebuah dongeng belaka. Kita hanya bisa menunggu dan sabar dengan amarah. Jujur, memang ATB tak tergantikan, itu benar adanya,” ucap dia mengingat pelayanan ATB.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















