INIKEPRI.COM – Masyarakat pada umumnya selama ini beranggapan kental manis mengandung susu.
Lantaran itu, banyak orang tua yang memberikan kental manis kepada balita. Para orang tua mengira kental manis adalah produk susu.
BACA JUGA :
BPOM Larang Gunakan SKM dengan Cara Diseduh & Diminum Langsung
Salah satu akibat dari konsumsi kental manis adalah obesitas. Contohnya, menimpa seorang bayi berusia 16 bulan yang bernama Muhammad Kenzi Alfaro, bayi 16 bulan yang mengalami obesitas.
Apa yang dialami oleh Muhammad Kenzi Alfaro kemudian menarik perhatian publik dan viral. Kenzi saat ini tengah dirawat guna menurunkan berat badannya karena konsumsi kental manis tersebut.
Dokter spesialis anak, Shela P Sundawa, mengatakan, penggunaan kata “susu” pada kental manis seharusnya sudah harus dihilangkan.
Kandungan yang terdapat di dalam kental manis, menurut dia, sama sekali tidak sesuai. Masyarakat menjadi bingung karena penggunaan istilah itu.
“Harusnya SUSU KENTAL MANIS itu jangan pake kata susu, karena kandungannya tidak sesuai. Penggunaan istilah yg tidak tepat membingungkan banyak orang shg pengambilan putusan pun jd tidak tepat. Sebut saja pengental dan pemanis atau apalah, jangan lagi pake kata susu di depannya,” tulisnya di Twitter, dikutip pada Selasa (14/3/2023).
Berkaitan dengan obesitas ini biasanya disebabkan oleh salah-satunya konsumsi gula berlebih. (RP)

















