Lawan Varian Delta, Rakyat Indonesia Diminta Pakai Masker Ganda

- Publisher

Senin, 2 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto:iStockphoto/Kemal Yildirim)

(Foto:iStockphoto/Kemal Yildirim)

INIKEPRI.COM – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dokter Derek Chu dan koleganya yang terbit pada 1 Juni 2020 menemukan bahwa memakai masker menurunkan risiko tertular melalui percikan air atau droplet dari orang lain yang masuk ke mulut atau hidung.

Pemakaian masker kain akan menurunkan risiko tersebut hingga 45%, sedangkan dengan masker bedah atau masker medis bisa menurunkan risiko hingga 70%, sehingga terbukti efektif.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengungkapkan dalam rangka melawan varian delta yang tinggi tingkat penularannya, masyarakat diminta untuk memulai kebiasaan memakai dua masker atau masker ganda (double masking).

Pemakaian masker dobel ini artinya memadukan masker bedah dilapisi dengan masker kain.

“Gunanya? Filtrasi atau daya saring masker akan semakin tinggi. Penelitian Dr. Emily Sickbert Bennet dkk, membuktikan filtrasi masker dobel naik di atas 80%,” jelas Reisa dalam siaran resminya, Minggu (1/8/2021).

BACA JUGA:  Awas! Klaster Makan Bersama Mulai Bermunculan, Bagaimana Penularannya?

Selain itu, kata Reisa juga menambahkan, penelitian penggunaan masker kain dan masker medis secara bersamaan, juga telah mendapatkan konfirmasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC di Amerika Serikat.

Lembaga yang berpusat di Atlanta tersebut melakukan eksperimen untuk mencari cara meningkatkan efektivitas pemakaian masker medis, termasuk memasang masker kain di atas masker medis.

Eksperimen tersebut menyoroti pentingnya memaksimalkan fungsi masker menutupi bagian hidung dan mulut. Hasilnya menunjukkan bahwa mengenakan masker yang pas dan benar di wajah dapat membantu membatasi penyebaran virus penyebab COVID-19.

Penelitian CDC menemukan bahwa mengenakan masker kain di atas masker medis alias penggunaan masker ganda dapat meningkatkan kesesuaian masker medis di wajah.

Masker medis secara substansial mengurangi tetesan droplet. Sedangkan pemakaian masker kain yang lebih erat dan pas di wajah, tanpa ada ruang yang terbuka, akan dapat menahan paparan partikel aerosol yang mungkin ada pada saat pemakainya berada di dalam ruang tertutup bersama dengan orang lain.

BACA JUGA:  Obat Covid-19 Buatan India Resmi di Jual di Indonesia, Harganya Berapa?

Penelitian CDC tersebut juga menunjukkan bahwa masker medis memang ditemukan lebih longgar daripada masker respirator seperti N95, namun efektivitas masker kain dan prosedur medis dapat ditingkatkan.

Caranya adalah dengan memastikan bahwa masker tersebut dipasang dengan baik, sesuai kontur atau bentuk wajah pemakai untuk mencegah kebocoran udara di sekitar tepi masker. Juga disarankan untuk mengikat tali masker medis dengan bentuk simpul dan meratakan masker medis mengikuti bentuk wajah.

“Penelitian tersebut menyatakan, bahwa paparan penerima berkurang secara maksimal, lebih dari 95% ketika sumber dan penerima dilengkapi dengan masker ganda,” jelas Reisa mengutip hasil penelitian CDC tersebut.

BACA JUGA:  Suka Gorengan Tapi Berat Badan Terus Naik? Ini Penyebabnya yang Jarang Disadari

Lebih lanjut, Reisa juga menjelaskan bahwa CDC mengungkapkan bahwa sebelum kekebalan populasi dapat tercapai berkat program vaksinasi, Universal Masking adalah cara yang sangat efektif untuk memperlambat penyebaran SARS-CoV-2.

Hanya saja, perbedaannya adalah kalau kekebalan kelompok dapat dicapai dengan cakupan vaksinasi lebih dari 70% populasi, Universal Masking harus dilakukan semua orang dalam populasi tersebut. Tanpa kecuali.

Jadi, apabila merujuk temuan Satgas Penanganan COVID-19 yang menyatakan kepatuhan memakai masker nasional baru di tingkat 91%, Reisa mengatakan bahwa peluang virus menjangkiti orang lain masih terus terbuka.

“Menurut Profesor Wiku Adisasmito, masih ada sekitar 27,03% desa atau kelurahan di Indonesia memiliki kepatuhan rendah dalam menggunakan masker,” ujarnya.

“Bagi yang belum disiplin memakai masker, mari kita menghormati hak orang lain untuk tetap sehat dan menjadi warga yang bertanggung jawab,” kata Reisa menghimbau. (AFP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Begini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa agar Tetap Percaya Diri
WHO Ungkap Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah
BPOM RI Tegaskan Susu Formula di Indonesia Aman

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 - 03:47 WIB

Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Senin, 23 Februari 2026 - 01:30 WIB

Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terbaru