Iklim Usaha Belum Menentu, KADIN Minta Pemerintah Kurangi Kebijakan Populis

- Publisher

Rabu, 5 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Kadin Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri KADIN Shinta W. KAMDANI. Foto: Dok. KADIN

Wakil Ketua Kadin Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri KADIN Shinta W. KAMDANI. Foto: Dok. KADIN

INIKEPRI.COM – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mengungkap bahwasanya pelaku usaha masih cenderung berhati-hati untuk melakukan investasi sepanjang 2023.

Wakil Ketua KADIN Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta W. Kamdani dilansir dari BISNIS.COM menyebutkan, pelaku usaha dan investor sudah memiliki banyak faktor yang membuat mereka tidak berani untuk berinvestasi pada tahun ini lantaran iklim usaha yang dinilai tidak kondusif untuk ekspansi usaha sebagai akibat dari berbagai kebijakan pengetatan moneter, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

BACA JUGA:  Utang Luar Negeri Indonesia November 2023 Tetap Terkendali

BACA JUGA :

Kadin: Imbauan Pemberian THR Lebih Awal Mesti Dilihat dari Dua Sisi

Selain iklim usaha, gejolak pasar komoditas global yang masih persisten, ditambah potensi dampak negatif dari manuver-manuver kebijakan populis di tahun politik ini membuat mereka menjadi lebih berhati-hati.

“Seluruh faktor ini menyebabkan pelaku usaha dan investor cenderung berhati-hati dalam berinvestasi, bahkan wait and see dalam memutuskan untuk merealisasikan rencana investasi,” kata Shinta Rabu (5/4/2023).

BACA JUGA:  Lewat ASEAN Business Advisory Council, Kadin Perluas Penggunaan QR Code

Shinta menjelaskan, pihaknya tidak bisa memperkirakan apakah iklim usaha di Indonesia akan terus kondusif atau tidak, dan apakah investasi saat ini akan bisa memberikan keuntungan sesuai dengan yang direncanakan atau dikalkulasikan.

Oleh karena itu, dia menilai sangat penting bagi pelaku usaha agar pemerintah mampu meminimalisir munculnya kebijakan-kebijakan populis, inkonsistensi kebijakan, khususnya pada implementasi kebijakan di lapangan, dan terus fokus pada agenda reformasi struktural nasional.

BACA JUGA:  Ini Enam Jurus Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi Semester II 2023

BACA JUGA :

Promosi Investasi BBK Murah ke USA, Kadin Kepri Hasilkan 4 Kesepakatan Bisnis Dagang dan Investasi

“Kalau sinyal-sinyal dari pemerintah terkait dengan konsistensi reformasi struktural dan implementasi kebijakan bisa diperkuat, ini akan menciptakan confidence berinvestasi yang lebih tinggi untuk pelaku usaha dan investor,” ujarnya. (RP/BISNIS)

Berita Terkait

Kinerja Investasi dan Logistik Menguat, Plh. Kepala BP Batam: Batam Penggerak Ekonomi Kawasan
Rupiah Pecah Rekor Bersejarah! Dolar AS Tembus Rp18.000, Dolar Singapura Lewati Rp14.000
Pertamina Hulu Energi Targetkan Pengeboran Eksplorasi East Natuna Semester II 2026
Warga Batam Bisa Bernapas Lega! Amsakar–Li Claudia Bebaskan PBB hingga 100 Persen, Simak Syaratnya
Batam Siapkan 64 Koperasi Merah Putih, Lima Titik Sudah Berdiri dan Siap Beroperasi: Ada yang Sudah Jual Sembako, LPG hingga Obat
Zarubezhneft Pastikan Lanjutkan Pengembangan Blok Tuna di Laut Natuna, Proyek Dimulai Juni 2026
Batam Tak Terbendung! Rp17,4 Triliun Mengalir dalam Tiga Bulan Pertama 2026, PMDN Melonjak 216 Persen
BP Batam Matangkan Proyek SWRO di Kabil dan Nongsa Digital Park, Air Laut Siap Disulap Jadi Penopang Industri
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kinerja Investasi dan Logistik Menguat, Plh. Kepala BP Batam: Batam Penggerak Ekonomi Kawasan

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Pecah Rekor Bersejarah! Dolar AS Tembus Rp18.000, Dolar Singapura Lewati Rp14.000

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:26 WIB

Pertamina Hulu Energi Targetkan Pengeboran Eksplorasi East Natuna Semester II 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:53 WIB

Warga Batam Bisa Bernapas Lega! Amsakar–Li Claudia Bebaskan PBB hingga 100 Persen, Simak Syaratnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:11 WIB

Batam Siapkan 64 Koperasi Merah Putih, Lima Titik Sudah Berdiri dan Siap Beroperasi: Ada yang Sudah Jual Sembako, LPG hingga Obat

Berita Terbaru