BPBL Batam Salurkan Bantuan 600 Ribu Benih Ikan di Kepri

- Publisher

Rabu, 24 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Ikhsan Kamil menyebutkan pada tahub 2023 pihaknya menyalurkan bantuan 600 ribu benih ikan untuk kampung budi daya perikanan di provinsi setempat.

“Sebanyak 600 ribu benih ikan ini terdiri dari kerapu, kakap putih, dan bawal bintang,” katanya di Tanjungpinang, Kepri, dilansir dari ANTARA, Selasa 23 Mei 2023.

Sampai saat ini, kata dia, total yang sudah disalurkan sekitar 350 ribu benih ikan yang tersebar di kampung budi daya kerapu di Kabupaten Anambas, kampung budi daya kakap putih di Kota Batam, dan kampung bawal bintang di Kabupaten Bintan.

BACA JUGA:  Korem 033 WP Selenggarakan Ujian Kenaikan Pangkat

Selain itu, pihaknya juga punya kampung budi daya kakap putih di Kabupaten Meranti, Provinsi Riau.

BACA JUGA :

Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp30 M Digagalkan KKP di Batam

“Di Kota Tanjungpinang juga ada kampung ikan madong, belum masuk Keputusan Menteri KKP, namun tetap dibantu. Hari ini, kami menyerahkan 15 ribu benih ikan kakap putih,” ujar Ikhsan.

Pihaknya juga memiliki dua kampung budi daya lainnya, yaitu budi daya rumput laut di Kabupaten Karimun dan Kabupaten Lingga.

Sementara khusus, Kabupaten Natuna, katanya, masih menuju pembentukan kampung budi daya ikan napoleon.

BACA JUGA:  Tanjungpinang Berbenah, Kontainer Sampah Dipasang Lampu Penerangan

“Rencananya, ada kerja sama dengan negara Korea untuk pengembangan ikan napoleon di Natuna. Semoga segera terealisasi,” ujar Ikhsan.

Ia juga menyampaikan pasar produk-produk hasil perikanan budi daya, khususnya di Provinsi Kepri sangat besar dan bahkan produksi yang ada sekarang belum mampu memenuhi permintaan pasar.

Ia mencontohkan permintaan ikan bawal bintang di Kota Batam per bulan mencapai lima sampai enam ton, sementara produksi yang dihasilkan baru mencapai sekitar dua ton per bulan.

“Demikian pula dengan kakap putih dan kerapu. Belum bisa memenuhi permintaan pasar,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pj. Wali Kota Andri Rizal Dorong Mandi Safar Jadi Even Tahunan untuk Pelestarian Tradisi dan Budaya Melayu

Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong agar lebih banyak lagi masyarakat yang berminat budi daya perikanan, sehingga produksi makin meningkat dan memenuhi permintaan pasar dalam maupun luar negeri.

Pihaknya siap melakukan pendampingan terhadap penyediaan benih ikan hingga teknologi bagi kelompok masyarakat budi daya perikanan.

“Di Provinsi Kepri ini, market-nya ikan hidup. Banyak wisatawan yang datang ke sini ingin menikmati ikan hidup di atas kelong atau rumah makan apung. Harga ikan hidup jauh lebih mahal dibanding ikan yang sudah mati, perbandingannya sekitar Rp50 ribu per kilogram,” sebut Ikhsan. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama
Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan
Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga
Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026
Orang Tua Murid Tak Perlu Khawatir, SPMB 2026 Tanjungpinang Tak Wajibkan KK Ber-Barcode
Lis Darmansyah Resmikan Gerai Perdana Indomaret di Tanjungpinang pada 19 Juni
Mustava Resmi Pimpin KADIN Kepri 2026-2031, Anindya Bakrie: Kepri Tepat Kembangkan Perdagangan dan Industrialisasi
23 Gerai Koperasi Merah Putih di Kepri Rampung, Operasional Ditargetkan Mulai Agustus 2026

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02 WIB

Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:36 WIB

Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Orang Tua Murid Tak Perlu Khawatir, SPMB 2026 Tanjungpinang Tak Wajibkan KK Ber-Barcode

Berita Terbaru