Disdagin Tanjungpinang: Kenaikan Harga Ayam Bukan Karena Ada Ekspor ke Singapura

- Publisher

Jumat, 26 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma saat meninjau pasar beberapa waktu yang lalu. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma saat meninjau pasar beberapa waktu yang lalu. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

INIKEPRI.COM – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany meluruskan beredarnya kabar ditingkat penjual dan pembeli ayam potong, yang menyebutkan bahwa kenaikan harga ayam potong disebabkan oleh adanya ekspor ayam ke Singapura.

“Itu tidak benar, kenaikan ayam broiler bukan karena adanya ekspor ke Singapura,” kata Riany.

BACA JUGA :

Puluhan Pelaku Usaha Dapatkan Fasilitas Sertifikasi Halal dari Disdagin Tanjungpinang

Menurutnya, kenaikan ini terjadi karena ketersediaan ayam potong sekarang ini mengalami kekurangan akibat permintaan terlalu banyak pada lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah lalu.

BACA JUGA:  Ansar Hadiri Pisah Sambut Pangkobwilhan I dari Laksdya Irvansyah ke Laksda Erwin

“Kala itu, ayam yang masih muda sudah dijual oleh peternak karena banyak permintaan. Seharusnya ayam yang muda itu untuk persediaan pasca lebaran, namun karena sudah banyak terjual sehingga persediaan sekarang kurang maka harga menjadi naik,” terangnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga ayam potong saat ini sekitar Rp 2 ribu per kilogram. Sebelumnya dijual Rp 38 ribu per kilogram, sekarang dijual Rp 40 ribu per kilogram.

BACA JUGA:  Hingga Kini, 230 Pedagang Sudah Terdaftar di BUMD Tanjungpinang

Namun demikian, Riany memberi alternatif selain ayam potong segar, masyarakat juga bisa menikmati ayam beku yang dijual dengan harga terjangkau di pasar Tanjungpinang.

“Ayam beku juga bisa jadi alternatif apabila harga sekarang Rp.40 ribu perkilo dianggap memberatkan,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kabid Stabilisasi Harga Disdagin, M. Endy Febri. Ia menyebutkan, adanya ekspor ayam ke Singapura oleh salah satu pihak terkait di Bintan sebanyak sebanyak 23.040 ekor itu sangat tidak berpengaruh dengan kenaikan harga ayam saat ini.

BACA JUGA:  JDIH Berbagi Ilmu Dukung Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMPN 11

Menurutnya pihak distributor ayam mengatakan, kenaikan harga ayam karena persediaan saat ini sangat kurang akibat ayam muda sudah banyak dijual pada lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah lalu.

“Tapi harga ini akan kembali normal tak lama lagi. Karena masa panen ayam baru sekirar 40 hari,” ujarnya. (RP)

Berita Terkait

Lomba Gerak Jalan Proklamasi Tanjungpinang 2026 Dibuka, Pendaftaran Kini Sepenuhnya Online
Jangan Salah Datang! Libur Sekolah di Tanjungpinang Diperpanjang, Siswa Baru Masuk 20 Juli 2026
Tak Tergoyahkan! Batam Borong Prestasi dan Kunci Juara Umum MTQ Kepri 2026
Kafilah Batam Tampil Meyakinkan, Sepuluh Peserta Lolos Final MTQ Kepri XII
Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama
Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan
Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga
Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:37 WIB

Jangan Salah Datang! Libur Sekolah di Tanjungpinang Diperpanjang, Siswa Baru Masuk 20 Juli 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:59 WIB

Tak Tergoyahkan! Batam Borong Prestasi dan Kunci Juara Umum MTQ Kepri 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 07:08 WIB

Kafilah Batam Tampil Meyakinkan, Sepuluh Peserta Lolos Final MTQ Kepri XII

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02 WIB

Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan

Berita Terbaru