Tiga Tahun OSS Berbasis Risiko, 10 Juta NIB telah Diterbitkan

- Publisher

Senin, 19 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Tiga tahun sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko telah berhasil menerbitkan 10 juta Nomor Induk Berusaha (NIB). Hingga 16 Agustus 2024 pukul 15.00 WIB, jumlah NIB yang diterbitkan mencapai 10.000.019, dengan komposisi 9.909.900 NIB untuk usaha mikro dan kecil (UMK), 28.303 NIB untuk usaha menengah, dan 61.816 NIB untuk usaha besar.

Staf Khusus sekaligus Juru Bicara Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Tina Talisa, menjelaskan bahwa pencapaian itu menunjukkan efektivitas sistem OSS dalam mempermudah proses perizinan berusaha. Jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya, ketika sistem OSS genap berusia dua tahun pada Agustus 2023 dengan 5 juta NIB, telah terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah NIB yang diterbitkan.

BACA JUGA:  Jokowi Bertolak ke Riau dan Kepri, Ini Agendanya

“Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak ulang tahun OSS yang kedua, telah terbit lebih dari 5 juta NIB. Sistem OSS semakin dikenal dan digunakan oleh masyarakat luas. Lonjakan penerbitan NIB ini menandakan bahwa kesadaran pelaku usaha akan pentingnya legalitas sudah semakin tinggi. Alhamdulillah, ini merupakan prestasi yang patut kita banggakan dan syukuri,” ujar Tina dalam keterangan pers yang diterima pada Minggu (18/8/2024).

Tina juga menambahkan bahwa pelaku UMK tidak perlu lagi mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Surat Keterangan Usaha (SKU) untuk memulai usaha. Cukup dengan memperoleh NIB, pelaku UMK dapat langsung menjalankan bisnisnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi: Pentingnya Konsolidasi Seluruh Pihak Turunkan Prevalensi Stunting

Lebih lanjut, Tina menyebutkan bahwa peningkatan kesadaran pelaku usaha ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor swasta, dan berbagai asosiasi masyarakat dalam mensosialisasikan kemudahan legalitas usaha.

“Momen 10 juta NIB di ulang tahun OSS bulan ini menjadi kado spesial pada peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia. Bukan untuk berpuas diri, namun menjadi momen refleksi bagi kami untuk terus memberikan layanan yang lebih baik. Terima kasih kepada para pelaku usaha yang terus memberikan masukan kepada kami,” tambah Tina.

Dede, seorang pelaku usaha toko kelontong anggota Sampoerna Retail Community (SRC), mengaku bahwa memiliki NIB telah mempermudah pengajuan pinjaman modal usaha ke bank dengan proses yang lebih sederhana. SRC sendiri adalah binaan PT HM Sampoerna Tbk, salah satu mitra OSS, yang memiliki jaringan toko kelontong dengan lebih dari 250.000 anggota di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:  Utang Luar Negeri Indonesia Februari 2024 Terkendali

“Dulu, sebelum punya NIB, setiap kali pinjaman selesai, SKU harus diperbarui. Sekarang, setelah punya NIB, tidak perlu lagi membuat SKU baru, karena NIB berlaku selamanya. Hanya tinggal melanjutkan saja,” ungkap Dede.

Kementerian Investasi/BKPM terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, baik skala kecil maupun besar, dalam mengurus perizinannya. Kolaborasi dengan sistem-sistem terkait perizinan dari kementerian/lembaga lain juga terus ditingkatkan. Hingga saat ini, 38 kementerian/lembaga telah terintegrasi dengan Sistem OSS Berbasis Risiko.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Koreksi Ekspor Batam Awal 2026, BP Batam Siapkan Respons Terarah
Amsakar Gandeng Bank Sumut, Perluas Pembiayaan UMKM di Batam
Triwulan I 2026, Investasi Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen
Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tidak Naik, Meski Nonsubsidi Disesuaikan
Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis
Penggunaan QRIS di Kepulauan Riau Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Meluas
AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026
BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 17:08 WIB

Koreksi Ekspor Batam Awal 2026, BP Batam Siapkan Respons Terarah

Senin, 27 April 2026 - 18:26 WIB

Amsakar Gandeng Bank Sumut, Perluas Pembiayaan UMKM di Batam

Kamis, 23 April 2026 - 21:05 WIB

Triwulan I 2026, Investasi Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen

Selasa, 21 April 2026 - 08:30 WIB

Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tidak Naik, Meski Nonsubsidi Disesuaikan

Jumat, 17 April 2026 - 13:13 WIB

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Berita Terbaru