Mendagri Minta Revisi UU Pilkada Pertimbangkan Putusan MK dan Hapus DIM yang Tak Relevan

- Publisher

Kamis, 22 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian (kiri) bersama Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Badan Legislasi DPR terkait pembahasan UU Pilkada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2024). Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/Spt.

Mendagri Tito Karnavian (kiri) bersama Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Badan Legislasi DPR terkait pembahasan UU Pilkada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2024). Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/Spt.

INIKEPRI.COM – Dalam upaya memperkuat ketepatan regulasi terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan agar sejumlah Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang sebelumnya diusulkan pemerintah tidak dibahas lagi dalam revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Tito menegaskan bahwa DIM tersebut sudah tidak relevan dengan konteks saat ini dan sebaiknya dihapus dari pembahasan.

“Jadi, cukup dibahas yang memang sesuai konteks saat ini, termasuk mempertimbangkan poin-poin pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perubahan ambang batas (threshold) pencalonan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah sebagai masukan,” kata Tito Karnavian saat rapat kerja dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2024).

BACA JUGA:  MK Terima 23 Amicus Curiae, Terbanyak Sepanjang Tangani PHPU Pilpres

Tito menyoroti beberapa DIM yang menurutnya perlu dihapus dari pembahasan, seperti pertama Pengaturan Sumpah Janji (Pelantikan) DPRD pada November 2024. Hal ini mengingat relevansi pengaturan ini dengan waktu pelaksanaan Pilkada. Kedua pengaturan pemungutan suara Pilkada yang dimajukan ke September 2024. Penyesuaian ini dianggap tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini.

BACA JUGA:  Mendagri Puji Pengendalian Inflasi di Tanjungpinang

Ketiga adalah penyesuaian jumlah anggota Bawaslu dan Panwaslu, termasuk penambahan jumlah Panwas Kelurahan/Desa dari satu orang menjadi tiga orang yang dianggap kurang relevan.

Dalam konteks putusan Mahkamah Konstitusi, Tito juga menekankan pentingnya mempertimbangkan dua putusan krusial yang baru saja dikeluarkan oleh MK, yaitu Putusan Nomor 60/PUU/XXII/2024: Putusan ini mengubah ambang batas pencalonan partai politik atau gabungan partai politik untuk mengusung pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah.

Kemudian Putusan Nomor 70/PUU-XXII/2024: Putusan ini menegaskan bahwa batas usia minimum calon kepala daerah dihitung sejak penetapan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), bukan dari waktu pelantikan seperti yang ditafsirkan sebelumnya oleh Mahkamah Agung (MA).

BACA JUGA:  Ganjar, Andika, dan Anies Jadi Bakal Capres dari NasDem

Tito berharap revisi UU Pilkada dapat diselesaikan dengan memperhatikan konteks hukum dan dinamika politik terkini, serta memastikan bahwa regulasi yang dihasilkan dapat mendukung pelaksanaan Pilkada yang lebih efektif dan transparan.

“Revisi ini adalah langkah penting untuk memastikan proses demokrasi yang berjalan dengan baik, sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan keterbukaan,” pungkasnya.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Konsolidasi di Batam, Ahmad Ali Tegaskan Target PSI Rebut Satu Kursi DPR RI dari Kepri
Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Subianto Turun Jadi 9,8 Persen
Sekretaris Projo Kepri: Putusan MK Bukan Vonis Gibran Tak Punya Ijazah SMA
Jokowi Ungkap Sudah Jadi Anggota PSI, November Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina
Usulan Pilkada Tanpa Wakil Layak Dikaji, Sudah Dibahas Lintas Fraksi DPR
Silaturahmi Hanura dan Bawaslu Batam, Bahas SIPOL hingga Validitas Kepengurusan Partai
Formasi Baru! Duet ‘Kak Randi– Mas Kamal’ Resmi Pimpin NasDem Batam: Siap Dekatkan Politik ke Rakyat, Pemilih Muda Dibidik
Sejarah NasDem dan Ujian Terbarunya: Membaca Isu Merger di Peta Politik Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Konsolidasi di Batam, Ahmad Ali Tegaskan Target PSI Rebut Satu Kursi DPR RI dari Kepri

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Subianto Turun Jadi 9,8 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Sekretaris Projo Kepri: Putusan MK Bukan Vonis Gibran Tak Punya Ijazah SMA

Minggu, 27 September 2026 - 10:15 WIB

Jokowi Ungkap Sudah Jadi Anggota PSI, November Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Usulan Pilkada Tanpa Wakil Layak Dikaji, Sudah Dibahas Lintas Fraksi DPR

Berita Terbaru