TNI AL Perkuat Profesionalisme Pasukan Khusus dengan Latihan Operasi di Pantai Todak

- Publisher

Minggu, 15 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan naluri tempur prajurit dari tiga satuan Pasukan Khusus Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI AL), yakni Detasemen Jalamangkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir, TNI AL menggelar Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Sabtu (14/12/2024). Foto. tnial.mil.id

Untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan naluri tempur prajurit dari tiga satuan Pasukan Khusus Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI AL), yakni Detasemen Jalamangkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir, TNI AL menggelar Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Sabtu (14/12/2024). Foto. tnial.mil.id

INIKEPRI.COM – Dalam rangka meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan naluri tempur prajurit dari tiga satuan Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), yaitu Detasemen Jalamangkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir, TNI AL menggelar Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kepulauan Riau, pada Sabtu (14/12/2024).

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali, didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi TNI AL, turut menyaksikan secara langsung jalannya latihan itu.

Para prajurit elit TNI AL melaksanakan berbagai materi latihan penting, seperti Pendaratan Khusus, Beach Clearing & Demolisi, Terjun Tempur, Rubber Duck, serta Fast Roping/Stabo, yang dirancang untuk mengasah keterampilan tempur dalam kondisi medan yang menantang.

Latihan itu bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pasukan dalam menghadapi situasi operasi militer yang menuntut ketepatan dan keterampilan tinggi. Dalam skenario latihan, para prajurit berlatih untuk menghadapi ancaman dari Foreign Terrorist Fighters (FTF) yang berusaha melakukan sabotase terhadap instalasi militer strategis, pelabuhan utama, serta jalur perdagangan laut di sekitar Dabo Singkep.

BACA JUGA:  TNI AL Bantu Cari Satu Korban Hilang Tenggelam di Perairan Bintan

Ancaman dari FTF itu tidak hanya bersifat lokal, tetapi dapat memiliki dampak strategis yang luas, berpotensi mempengaruhi stabilitas Indonesia dan kawasan regional. Oleh karena itu, situasi ini membutuhkan respons cepat, terukur, dan tanpa kompromi. TNI AL, dengan kekuatan tiga satuan elit Pasukan Khususnya—Denjaka, Kopaska, dan Yontaifib—dikerahkan untuk menghancurkan ancaman tersebut dan memulihkan kembali kondisi keamanan di wilayah yang terancam.

Penggunaan Alutsista Modern dalam Latihan

Untuk mensimulasikan berbagai skenario operasi militer yang kompleks, TNI AL mengerahkan berbagai jenis alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk satu KRI jenis Landing Ship Tank (LST), Helikopter Panther, Helikopter Bell, Casa, Rigid-Hulled Inflatable Boat (RHIB), Kraka Jet Boat, serta puluhan perahu karet.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Khatib Idul Fitri 1445 H di Daik Lingga, Anak Kepri Wajib Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Lebih dari 500 prajurit terlibat dalam latihan itu, yang bertujuan untuk mengasah keterampilan tempur dan kesiapan pasukan dalam menjalankan misi-misi berat di lapangan.

TNI AL memiliki tiga satuan elit pasukan khusus yang sangat terlatih dan kompeten dalam menjalankan misi-misi berat. Pertama, Denjaka, yang merupakan satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Marinir dengan spesialisasi dalam penanggulangan terorisme laut. Kedua, Kopaska, yang memiliki keahlian dalam peperangan laut khusus, dan ketiga, Yontaifib, pasukan khusus Korps Marinir TNI AL yang berfokus pada operasi pengintaian amfibi dan pengintaian khusus.

BACA JUGA:  Pemkab Lingga Prioritaskan THR ASN Lewat Kerja Sama dengan BRK Syariah

Ketiga satuan itu memiliki kemampuan operasional yang sangat tinggi dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap kedaulatan negara, khususnya di wilayah laut yang menjadi jalur strategis perdagangan dan pertahanan.

Dalam wawancaranya dengan awak media, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan mengasah keterampilan tempur yang sangat diperlukan bagi pasukan khusus laut. Materi latihan seperti terjun free fall, helly rapling, dan fast rope dari helikopter merupakan upaya untuk mempersiapkan pasukan khusus dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Pasukan khusus harus memiliki skill dan profesionalitas yang tinggi. Harapannya, dalam setiap operasi, kita bisa terus bersinergi dan mencapai hasil yang maksimal,” ujar Kasal.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

KUA Lingga Utara Kembali Gelar Gerakan Khataman Al-Qur’an, Targetkan Lima Kali Khatam di Masjid At-Taqwa
Membanggakan! Dua Siswa MTsN Lingga Lolos OSN Matematika Tingkat Provinsi Kepri
Pernikahan Unik di Lingga, Kapal Lantera Kemenag Jadi Tempat Akad Dua Pasangan Pengantin
Kabar Duka dari Tanah Suci: Anggota DPRD Lingga Ahmad Jafar Meninggal saat Menunaikan Haji
Picu Tanda Tanya: Baru 5 Bulan Dibangun, Dermaga Apung Senilai Rp704 Juta di Tanjung Buton-Lingga Tiba-Tiba Ambruk
Pemkab Lingga Prioritaskan THR ASN Lewat Kerja Sama dengan BRK Syariah
Police Go To School di Lingga, Polisi Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Berkendara
Cegah Karhutla, Polres Lingga Gencarkan Edukasi Lewat Spanduk Imbauan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 07:49 WIB

KUA Lingga Utara Kembali Gelar Gerakan Khataman Al-Qur’an, Targetkan Lima Kali Khatam di Masjid At-Taqwa

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:33 WIB

Membanggakan! Dua Siswa MTsN Lingga Lolos OSN Matematika Tingkat Provinsi Kepri

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:13 WIB

Pernikahan Unik di Lingga, Kapal Lantera Kemenag Jadi Tempat Akad Dua Pasangan Pengantin

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:00 WIB

Kabar Duka dari Tanah Suci: Anggota DPRD Lingga Ahmad Jafar Meninggal saat Menunaikan Haji

Sabtu, 25 April 2026 - 06:37 WIB

Picu Tanda Tanya: Baru 5 Bulan Dibangun, Dermaga Apung Senilai Rp704 Juta di Tanjung Buton-Lingga Tiba-Tiba Ambruk

Berita Terbaru