INIKEPRI.COM — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Batik Pemula bagi Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah (IKM) di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, Senin (19/5/2025).
Pelatihan ini menjadi langkah nyata pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Kota Batam Tahun Anggaran 2025, dengan tujuan utama mencetak pelaku usaha baru, khususnya di sektor batik.
Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan pentingnya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional. Ia menyebutkan bahwa UMKM terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai krisis, seperti krisis moneter 1998 dan pandemi COVID-19.
“Usaha kecil itu tidak menuntut modal besar, tapi mampu menciptakan lapangan kerja dan mencetak wirausahawan tangguh,” kata Amsakar.
Ia mengajak peserta pelatihan untuk memanfaatkan pelatihan membatik sebagai pintu masuk ke dunia usaha. Menurutnya, membatik bukan sekadar keterampilan, melainkan potensi ekonomi yang kuat jika ditekuni secara konsisten.
“Kita ingin membentuk mental wirausaha, bukan hanya memberi pelatihan keterampilan. Kita dorong masyarakat Batam agar punya jiwa entrepreneur,” ujarnya.
Amsakar juga menyoroti pentingnya semangat kewirausahaan sebagai kunci kemajuan bangsa. Ia mencontohkan negara-negara seperti Jepang, Singapura, Tiongkok, Taiwan dan Korea yang berkembang pesat karena masyarakatnya berani berusaha dan inovatif.
Lebih lanjut, Amsakar menyampaikan bahwa Pemko Batam mendukung penuh pengembangan usaha batik, termasuk melalui fasilitas pembiayaan usaha mikro tanpa bunga hingga Rp 20 juta. Program ini ditujukan bagi warga yang ingin memulai atau mengembangkan usaha secara mandiri.
“Kami siapkan dukungan hingga permodalan bagi yang serius ingin menekuni usaha batik. Pemerintah hadir untuk memastikan pelaku usaha kecil bisa tumbuh dan mandiri,” tegasnya.
Ia berharap pelatihan ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi menjadi langkah awal lahirnya pelaku usaha batik di Batam yang kreatif, tangguh, dan produktif.
“Jangan berhenti di pelatihan saja. Jadikan ini sebagai titik awal untuk berkarya, berinovasi dan peluang usaha baru” tutup Amsakar.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Batam Rival Pribadi, selaku pengusul kegiatan ini, mengatakan bahwa pelatihan membatik merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama perempuan di daerah pemilihannya, Sekupang.
“Kami ingin ibu-ibu di Sekupang punya keahlian dan bisa mandiri secara ekonomi. Setelah terampil, tinggal kita fasilitasi akses modalnya melalui program Pemko Batam,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa program ini merupakan amanah partai untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menawarkan solusi konkret atas tantangan ekonomi di tingkat akar rumput.
“Ini bentuk kepedulian nyata dari Pak Amsakar sebagai Wali Kota dan Ketua DPD NasDem Batam kepada masyarakat, khususnya warga Sekupang,” tutup Rival.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















