Amsakar Dorong Ekonomi Nelayan, Minta Potensi Kemaritiman Masuk Hitungan Dana Alokasi Umum

- Admin

Sabtu, 21 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amsakar saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam di kawasan Jembatan II Barelang, Setokok, Jumat (20/6/2025). Foto: INIKEPRI.COM

Amsakar saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam di kawasan Jembatan II Barelang, Setokok, Jumat (20/6/2025). Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong Komisi IV DPR RI untuk merumuskan regulasi yang menjadikan potensi kemaritiman sebagai salah satu indikator dalam perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU).

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam di kawasan Jembatan II Barelang, Setokok, Jumat (20/6/2025).

Dalam forum itu, rombongan DPR dan pejabat teknis terkait juga meninjau langsung sarana pengawasan laut serta membahas penguatan upaya pemberantasan illegal fishing.

Sebagai tuan rumah, Amsakar menyambut hangat kehadiran rombongan DPR RI. Ia menyampaikan bahwa Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga wilayah maritim strategis, dengan 67 persen wilayahnya berupa lautan. Batam memiliki potensi besar di sektor perikanan, wisata bahari, dan industri kelautan.

Baca Juga :  Disdukcapil Batam Terima Penghargaan dari KPU

“Kami berharap potensi kelautan dan yang ada di Batam dapat di maksimalkan, sebagai pertimbangan dalam kebijakan nasional, khususnya penghitungan DAU,” harapan Amsakar.

Lebih jauh,  Amsakar juga menyoroti kondisi masyarakat pesisir, terutama nelayan, yang masih menghadapi banyak keterbatasan. Ia prihatin karena kelompok yang berperan penting menjaga ketahanan pangan laut justru belum hidup sejahtera.

“Nelayan kita membutuhkan perhatian lebih. Mereka harus diberi ruang untuk berkembang dan tidak tertinggal secara ekonomi. Program pemberdayaan harus menyentuh langsung kebutuhan mereka, bukan sekadar formalitas,” ucap Amsakar.

Baca Juga :  Kasus Penjambretan Cepat Terungkap, Warga Batam : Terima Kasih Polisi

Untuk itu, Amsakar mendorong pemerintah pusat melalui Komisi IV DPR RI agar memperkuat program-program pemberdayaan ekonomi yang benar-benar menyasar nelayan dan masyarakat pesisir. Menurutnya, upaya ini penting agar kelompok tersebut bisa lebih mandiri dan sejahtera.

Ia juga berharap agar berbagai program yang diluncurkan kementerian teknis dapat dimaksimalkan, baik melalui pemberian subsidi sarana tangkap, pelatihan keterampilan, maupun perluasan akses pasar untuk hasil tangkapan nelayan.

“Jika program-program itu tepat sasaran dan berkelanjutan, kesejahteraan nelayan akan meningkat, dan pada akhirnya memperkuat sektor kemaritiman daerah dan nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Meletup! Partai Kebangkitan Nusantara Usung Amsakar-Li Claudia Chandra di Pilwako Batam 2024

Kunjungan Komisi IV DPR RI ini juga diharapkan membuka jalan bagi lahirnya kebijakan taktis dan strategis dalam pengelolaan sumber daya kelautan, khususnya di Batam. Amsakar menyatakan siap bersinergi untuk mendorong optimalisasi potensi maritim yang dimiliki daerahnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Dirjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Pung Nugroho Saksono, Dirjen Pemanfaatan Ruang Laut (PRL) Kartika, serta sejumlah pejabat teknis lainnya.

Masih dalam semangat menjaga kelestarian laut, Amsakar bersama rombongan juga mengikuti aksi penanaman mangrove di pesisir Tanjung Piayu, sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan ini digelar bersama Komisi IV DPR RI dan LSM Akar Bumi Indonesia.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB