Banjarnahor Batam dan HKBP Distrik XX Kepri Tanam 1.000 Pohon: Iman yang Hidup dalam Aksi

- Publisher

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INIKEPRI.COM – Sore ini, Jumat (19/9/2025), halaman Gereja HKBP Batam Center berubah menjadi ruang perjumpaan yang sarat makna. Jemaat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat Batam berkumpul dalam sebuah misi sederhana namun besar: menanam pohon.

HKBP Distrik XX Kepulauan Riau (Kepri) bersama Keluarga Besar Banjarnahor se-Kota Batam bergandengan tangan untuk menghadirkan kembali harapan hijau di tanah Batam. Sebanyak 1.000 bibit ditanam dengan penuh kesungguhan, melanjutkan tradisi yang sebelumnya sudah mereka lakukan hingga total 2.000 pohon tumbuh di berbagai titik.

Praeses HKBP Distrik XX Kepri, Pdt. Henry Banuarea, S.Th., MM, menyampaikan pesan teologis yang mendalam.

“Menjaga kelestarian lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi tanggung jawab iman. Setiap pohon yang kita tanam adalah kesaksian kita kepada dunia, bahwa kasih Tuhan itu nyata. Kita menghidupkan kasih itu bagi sekitar kita. Inilah bentuk iman yang bekerja lewat perbuatan,” katanya.

Ia pun bersyukur atas dukungan pemerintah, baik Pemprov Kepri maupun Pemko Batam, yang ikut hadir dan memberi perhatian.

“Hari ini kita membuktikan, gereja dan pemerintah bisa berjalan bersama demi merawat ciptaan Tuhan. Sepulang dari kegiatan ini, marilah kita menjadi berkat, menjadi orang yang dikasihi Tuhan,” ucapnya penuh haru.

Ketua Umum Banjarnahor Batam, Ridon Marbun, tampil dengan suara lantang dan penuh semangat. Ia menekankan bahwa kegiatan menanam ini bukan sekadar rutinitas, melainkan persembahan bagi generasi mendatang.

“Ketika kita menanam pohon, kita menanam masa depan. Pohon ini mungkin tidak langsung kita nikmati, tetapi anak cucu kitalah yang akan merasakan teduhnya. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya tentang lingkungan, melainkan warisan kasih. Kami ingin Banjarnahor hadir sebagai keluarga yang membawa kehidupan, bagi Batam, bagi Kepri, dan bagi bumi ini,” katanya.

Ia menambahkan, Banjarnahor Batam akan terus menjadikan kegiatan ini tradisi yang berkelanjutan.

“Kami sudah melakukan dua kali, artinya sudah ada 2.000 pohon yang tumbuh. Kami berharap, kerja sama dengan HKBP Distrik XX Kepri terus berlanjut, dan semakin luas jangkauannya. Alam ini indah, tetapi kita semua harus merawatnya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Bersama Selamatkan Generasi Emas, Banjarnahor dan BNN Batam Teken MoU Lawan Narkoba

Pesan yang sama disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad melalui Kepala DLHK Kepri, Hendri.

“Hari ini kita patut bersyukur, ada orang-orang baik yang rela menanam pohon untuk masa depan. Dunia sedang menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim. Cuaca semakin tak menentu. Karena itu tugas kita bersama untuk mencegah kerusakan lebih jauh. Ingatlah pepatah lama: siapa yang menanam akan menuai,” katanya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, perwakilan Pemko Batam Rudi Panjaitan (Kadis Kominfo), perwakilan BP Batam Jumaga Nadeak, jajaran Polresta Barelang, serta Dandim Batam.

Suasana menjadi semakin hangat ketika panitia menyerahkan ulos kepada tamu kehormatan.

Dalam tradisi Batak, ulos bukan sekadar kain, melainkan doa dan restu. Ia adalah simbol kasih, perlindungan, dan penghargaan yang mendalam. Ulos yang disematkan sore itu menjadi tanda bahwa kerja sama ini bukan hanya seremonial, melainkan ikatan kasih yang diberkati.

Acara ditutup dengan penanaman pohon secara simbolis. Satu per satu bibit ditancapkan ke tanah, tangan-tangan jemaat, pemerintah, dan masyarakat menyatu dalam satu gerakan.

Semua itu mengingatkan pada firman Tuhan dalam Kejadian 2:15:

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”

Firman itu kini hidup kembali di Batam: manusia ditempatkan untuk memelihara bumi, bukan merusaknya. Dan 1.000 pohon yang ditanam hari itu menjadi saksi bahwa iman, kasih, dan kebersamaan bisa bertumbuh bersama seperti tunas yang baru menetas dari tanah.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Kolam Sukajadi Fatmawati Jadi Arena Seleksi POPDA, Akuatik Batam Bidik Medali
Li Claudia Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Perusakan Lingkungan
Tak Perlu Khawatir Ngecas Mobil Listrik! PLN Batam Sebar SPKLU di 11 Titik Strategis
Harlah ke-66, PKC PMII Kepri: Momentum Refleksi dan Penguatan Solidaritas
Pimpin Upacara Otda ke-30, Amsakar Achmad Tegaskan Komitmen Benahi Air, Sampah, dan Banjir
Perkuat Jaminan Sosial! 10 Ahli Waris Terima Santunan Rp42 Juta, Amsakar: Ini Wujud Perlindungan Nyata
Halalbihalal KKST Kepri, Ruang Rindu dan Persatuan di Tanah Rantau
Kepri Bakal Punya Kodam Sendiri, TNI AD Perkuat Wilayah Perbatasan

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:03 WIB

Kolam Sukajadi Fatmawati Jadi Arena Seleksi POPDA, Akuatik Batam Bidik Medali

Rabu, 29 April 2026 - 10:10 WIB

Li Claudia Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Perusakan Lingkungan

Rabu, 29 April 2026 - 07:38 WIB

Tak Perlu Khawatir Ngecas Mobil Listrik! PLN Batam Sebar SPKLU di 11 Titik Strategis

Senin, 27 April 2026 - 17:49 WIB

Harlah ke-66, PKC PMII Kepri: Momentum Refleksi dan Penguatan Solidaritas

Senin, 27 April 2026 - 12:40 WIB

Pimpin Upacara Otda ke-30, Amsakar Achmad Tegaskan Komitmen Benahi Air, Sampah, dan Banjir

Berita Terbaru