Viral Kisah ‘Rahim Copot’ Usai Melahirkan di Dukun Beranak, Dokter Ungkap Prosedur Vital yang Diabaikan

- Publisher

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Sebuah kisah medis ekstrem kembali mencuat dan menjadi pembicaraan hangat di media sosial. Kisah itu berasal dari pengalaman langsung dr. Gia Pratama ketika bertugas di salah satu rumah sakit di Garut, Jawa Barat.

Cerita tersebut ia sampaikan dalam sebuah podcast bersama komedian Raditya Dika., sebuah pengakuan yang menggambarkan betapa fatalnya risiko persalinan tanpa tenaga medis terlatih.

Berawal dari Kantong Kresek Hitam Berisi Rahim

Gia mengisahkan, suatu malam ketika ia berjaga di IGD, seseorang mengetuk pintu dan menyerahkan sebuah kantong kresek hitam. Tanpa ia sangka, kantong itu berisi rahim seorang perempuan yang baru melahirkan.

“Pernah di RSUD Garut. Itu aku lagi jaga IGD terus ada yang ngetok, dia nunjukin kantong kresek warna hitam, isinya rahim. (Pasien itu) Aku tensi, tensinya 70/0 mmHg, lalu aku pasang infus,” kata Gia, dikutip dari podcast tersebut.

Pasien kemudian dibawa masuk dalam keadaan sangat lemah. Dari pemeriksaan awal, tekanan darahnya sangat rendah, pertanda ia mengalami perdarahan hebat.

BACA JUGA:  Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Plasenta Ditarik Paksa, Rahim Ikut Lepas

Usut punya usut, perempuan tersebut baru saja melahirkan di tangan seorang dukun beranak. Bayinya lahir selamat, namun proses mengeluarkan plasenta dilakukan secara tergesa-gesa.

“Jadi, habis lahiran sama dukun beranak. Bayi lahir selamat, tinggal plasentanya atau ari-ari. Plasenta itu kan nempel sama rahim, harusnya sabar saja, 15 menit kemudian akan copot. Tapi dukun beranaknya enggak sabar, si tali pusatnya ditarik. Jadi rahimnya ikut turun ke vagina, terus ditarik, copot semua,” ungkap Gia.

Gia menggambarkan perdarahan yang terjadi sebagai “seperti air terjun”. Dukun beranak mencoba menghentikan perdarahan dari luar, tetapi kondisi internal pasien sudah rusak parah.

Operasi Rumit: Darah Mengisi Rongga Perut, Usus Ikut Robek

Menyadari situasi gawat darurat, Gia segera menghubungi dokter kandungan. Operasi pun dilakukan.

“Singkat cerita sudah siap (operasi), dokter kandungan sudah datang. Bismillah. Kita buka kulit, otot, itu rongga perut sudah penuh dengan darah. Aku itu buang darah sampai pakai tangan,” kisahnya.

BACA JUGA:  Pemko Tanjungpinang Perkuat Germas untuk Kesehatan Masyarakat

Saat pemeriksaan lebih jauh, kondisi pasien semakin kompleks:

“Vagina itu kan kayak silinder… Sekarang silinder itu enggak ada rahimnya, jadi aku bisa melihat vagina dia dari dalam karena sudah enggak ada atapnya.”

Rahim tidak dapat diselamatkan. Dokter hanya bisa melakukan rekonstruksi organ vagina.

“Itu sudah enggak bisa disambung lagi (rahimnya). Jadi vaginanya dijadiin kayak kubah gitu, kayak rekonstruksi,” ujarnya.

Masalah lain muncul ketika tim dokter mencium bau feses.

“Lagi jahit vagina, kita cium bau kotoran. Itu ususnya robek panjang, kesabet sama ligamen rahim.”

Ahli bedah dipanggil untuk memperbaiki usus, sementara tim obgyn menutup perdarahan. Setelah operasi panjang, pasien selamat.

“Transfusi darah dua kantong, masuk ke ICU dua hari, dan dua hari kemudian pindah ke ruang biasa. Empat hari setelah operasi, ibu itu pulang, sehat-sehat aja,” kata Gia.

Dokter Fadli: Ini Bukan ‘Rahim Copot’, Tapi Inversio Uteri

Banyak masyarakat menyebut kondisi tersebut sebagai “rahim copot”, namun menurut dokter spesialis obgyn Muhammad Fadli, istilah itu tidak tepat.

BACA JUGA:  Kue Nastar Berbentuk Babi, Netizen: Jadi Halal atau Haram?

“Jadi rahimnya itu bukan ‘copot’, melainkan rahim yang terbalik. Biasanya terjadi ketika kontraksi rahim tidak adekuat, lalu tali pusat ditarik terlalu kuat saat plasenta belum lepas sepenuhnya,” jelas Fadli.

Ia menegaskan bahwa prosedur penarikan tali pusar tidak boleh dilakukan tergesa-gesa.

“Kalau kita tarik terlalu cepat sementara plasenta belum copot, rahimnya bisa ikut ketarik dan jadi terbalik. Ini keadaan gawat darurat karena bisa menyebabkan perdarahan hebat.”

Menurutnya, tenaga kesehatan biasanya menunggu hingga 30 menit agar plasenta keluar spontan sebelum mengambil tindakan.

Risiko Bisa Dicegah dengan Persalinan Aman

Fadli menegaskan, proses persalinan sebenarnya aman selama ditangani tenaga medis terlatih.

“Tenaga kesehatan di Indonesia sudah paham prosedurnya. Yang penting, rutin periksa kehamilan dan pilih tempat bersalin yang aman,” kata Fadli.

Kisah ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya layanan kesehatan maternal yang benar, serta bahaya praktik persalinan nonmedis yang masih terjadi di berbagai daerah.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Viral! Video Nelayan Belakangpadang Diduga Ditabrak Kapal Polisi Singapura, Perahu Terbalik di Tengah Laut
Bikin Geram! Remaja Putri Dibully di Belakangpadang, Jilbab Ditarik hingga Kepala Dipukul, Perekam Malah Tertawa, Warga Desak Polisi Bertindak
Viral Tarif Sampah Rp497 Ribu di Batam, DLH Bantah Surat Swasta Mengatasnamakan Mitra Resmi
Benarkah Ini UFO? Penampakan Objek Misterius di Laut Natuna, Mirip Rekaman Rahasia Pentagon
Heboh di Batam, Beras Harumas Dikeluhkan Konsumen: Diduga Turun Mutu, Nasi Lembek hingga Cepat Basi
Out of The Box! Open Trip ke SP Plaza Batu Aji Ramai Peminat, Ada yang Ingatkan Wajib Bawa Paspor
Rezeki Tak Terduga: Lansia di Penang – Malaysia Menang Lotre Rp170 M
Terjadi Lagi! Supir Truk Ugal-ugalan di Batam, Ditegur Malah Memepet Mobil dan Turun Bak ‘Bang Jago’

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:30 WIB

Viral! Video Nelayan Belakangpadang Diduga Ditabrak Kapal Polisi Singapura, Perahu Terbalik di Tengah Laut

Minggu, 14 Juni 2026 - 03:26 WIB

Bikin Geram! Remaja Putri Dibully di Belakangpadang, Jilbab Ditarik hingga Kepala Dipukul, Perekam Malah Tertawa, Warga Desak Polisi Bertindak

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:49 WIB

Viral Tarif Sampah Rp497 Ribu di Batam, DLH Bantah Surat Swasta Mengatasnamakan Mitra Resmi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:54 WIB

Benarkah Ini UFO? Penampakan Objek Misterius di Laut Natuna, Mirip Rekaman Rahasia Pentagon

Minggu, 12 April 2026 - 17:30 WIB

Heboh di Batam, Beras Harumas Dikeluhkan Konsumen: Diduga Turun Mutu, Nasi Lembek hingga Cepat Basi

Berita Terbaru