INIKEPRI.COM – Setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Dalam psikologi, perbedaan tersebut kerap diklasifikasikan ke dalam dua tipe kepribadian utama, yakni introvert dan ekstrovert.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog ternama Carl Gustav Jung, dan hingga kini masih digunakan untuk membantu memahami perilaku manusia.
Melansir informasi dari halodoc.com, introvert dan ekstrovert bukanlah penilaian baik atau buruk terhadap seseorang. Keduanya hanyalah gambaran tentang bagaimana seseorang memperoleh energi, memproses pengalaman, serta merespons lingkungan sosial.
Individu dengan kepribadian introvert umumnya merasa lebih nyaman dalam suasana yang tenang. Mereka mendapatkan energi dengan menghabiskan waktu sendiri, seperti membaca, menulis, atau merenung. Dalam interaksi sosial, introvert cenderung selektif dan lebih menikmati percakapan yang mendalam serta bermakna dibandingkan obrolan ringan di lingkungan ramai.
Sebaliknya, ekstrovert dikenal sebagai pribadi yang terbuka, ekspresif, dan mudah bergaul. Mereka justru merasa bersemangat ketika berada di tengah orang banyak. Aktivitas seperti berdiskusi, bekerja dalam kelompok, atau menghadiri acara sosial menjadi sumber energi bagi ekstrovert. Tak jarang, mereka tampil percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan mengambil peran aktif dalam sebuah kelompok.
Perbedaan karakter ini juga tampak dalam dunia kerja dan pendidikan. Introvert sering kali unggul dalam pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi, pemikiran analitis, dan ketelitian. Sementara itu, ekstrovert biasanya lebih menonjol dalam peran yang menuntut komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan membangun relasi.
Meski memiliki kecenderungan yang berbeda, keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh tipe kepribadian semata. Introvert dan ekstrovert berada dalam satu spektrum kepribadian. Bahkan, banyak individu berada di posisi tengah yang dikenal sebagai ambivert, yakni memiliki karakteristik introvert dan ekstrovert secara seimbang.
Memahami perbedaan kepribadian ini penting untuk menumbuhkan sikap saling menghargai. Dengan pemahaman yang baik, kerja sama dalam keluarga, lingkungan pendidikan, maupun dunia kerja dapat terjalin lebih harmonis dan efektif.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















