Viral di Media Sosial, Ini Filosofi di Balik Kutukan Platypus

- Admin

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Platypus. Foto: Istimewa

Platypus. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Di tengah derasnya arus percakapan digital, istilah baru kerap lahir dan cepat menjadi bahasa bersama warganet. Salah satu yang belakangan ramai diperbincangkan adalah “kutukan platypus”. Meski terdengar seperti istilah ilmiah atau mitos seputar hewan eksotis, ungkapan ini sejatinya menyimpan makna sosial yang cukup dalam.

Kutukan platypus digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan kondisi seseorang atau bahkan sebuah institusi yang memiliki banyak potensi, kemampuan, dan keunikan, namun justru tidak dianggap unggul atau menonjol dalam satu bidang tertentu. Akibatnya, potensi tersebut kerap tidak dimanfaatkan secara optimal, bahkan disalahpahami oleh lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Marak di Twitter, Segini Tarif Jasa Sewa Pacar

Istilah ini berakar dari karakter unik platypus, hewan endemik Australia yang sejak awal penemuannya membingungkan dunia ilmu pengetahuan. Platypus memiliki paruh seperti bebek, bertelur layaknya reptil, berbulu seperti mamalia, dan bahkan memiliki racun di tubuhnya. Kombinasi yang tidak lazim ini sempat membuat para ilmuwan Eropa pada abad ke-18 meragukan keasliannya dan mengira hewan tersebut hanyalah hasil rekayasa.

“Platypus adalah simbol makhluk yang sulit dikotakkan. Ia tidak sepenuhnya masuk ke satu kategori yang dikenal,” ujar seorang pengamat budaya populer. “Dari situ lahir analogi bahwa ketika sesuatu terlalu unik dan serba bisa, justru sering dianggap ‘aneh’ atau tidak jelas keunggulan utamanya.”

Baca Juga :  Peneliti Temui Bukti Adanya Manusia Kurcaci di Pulau RI

Dalam kehidupan sosial dan profesional, kutukan platypus kerap dilekatkan pada individu dengan kemampuan lintas bidang. Mereka bisa menguasai banyak hal sekaligus, namun sering dicap tidak fokus, kurang spesialis, atau tidak memenuhi standar konvensional yang mengedepankan satu keahlian dominan. Fenomena ini jamak dialami oleh pekerja generalis, kreator multidisipliner, hingga pelajar dengan minat yang beragam.

Namun, tidak sedikit pula yang memandang istilah ini dari sudut pandang berbeda. Meski disebut sebagai “kutukan”, platypus justru menjadi pengingat bahwa keunikan tidak selalu harus mengikuti pola lama. Di era yang menuntut fleksibilitas, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi, karakter serba bisa bisa menjadi keunggulan tersendiri.

Baca Juga :  42 Negara yang Bisa Dikunjungi WNI Tanpa Visa

“Kuncinya bukan pada menghilangkan keunikan, tetapi pada cara mengelolanya,” kata seorang konsultan pengembangan diri. “Ketika potensi lintas bidang diarahkan dengan strategi yang tepat, apa yang disebut kutukan platypus justru dapat berubah menjadi kekuatan platypus.”

Seiring meluasnya penggunaan istilah ini di media sosial, kutukan platypus kini tak lagi sekadar jargon internet. Ia menjelma menjadi refleksi tentang bagaimana masyarakat memandang identitas, keunikan, dan potensi manusia di dunia yang masih gemar mengotak-ngotakkan kemampuan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Apple Siapkan Peningkatan Kamera dan Baterai untuk iPhone Air 2
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Indonesia Negara Pertama di Dunia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru di Obrolan Grup, Dari Tag Anggota hingga Pengingat Acara
Merasa Kehilangan Semangat? Coba 7 Langkah Ini untuk Pulih
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Dinda Ghania, Putri Sufmi Dasco Ahmad yang Meniti Panggung Musik dengan Gayanya Sendiri

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:26 WIB

Apple Siapkan Peningkatan Kamera dan Baterai untuk iPhone Air 2

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Senin, 12 Januari 2026 - 07:53 WIB

Indonesia Negara Pertama di Dunia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:58 WIB

WhatsApp Hadirkan Fitur Baru di Obrolan Grup, Dari Tag Anggota hingga Pengingat Acara

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB