INIKEPRI.COM — Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan hutan lindung di Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam. Peristiwa yang mulai terpantau sejak 5 Februari 2026 itu hingga kini masih dalam proses penanganan intensif oleh petugas gabungan.
Tim Manggala Agni Daops Sumatera VIII/Batam bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Namun saat petugas tiba di lapangan, api telah lebih dulu menyebar di sejumlah titik perbukitan, membuat upaya penelusuran sumber awal kebakaran menjadi sulit.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VIII/Batam, Patris Lumumba, menjelaskan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah pemadaman dan pengamanan area, bukan penyelidikan penyebab kebakaran.
Menurut Patris, kondisi di lapangan menunjukkan api sudah dalam fase meluas ketika tim tiba. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan dari mana titik api pertama kali muncul.
“Begitu laporan masuk dan tim sampai di lokasi, api sudah tidak lagi di satu titik. Sudah menyebar di beberapa bagian bukit, sehingga untuk sementara kami fokus memadamkan dan mengamankan wilayah,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Patris menyebutkan, titik kebakaran berada di kawasan hutan lindung yang mengarah ke pinggir jalan, tepatnya di seberang area pemakaman Covid-19 Temiang. Dari lokasi tersebut, api kemudian menjalar ke beberapa titik lain mengikuti kontur perbukitan dan vegetasi kering.
Sejumlah titik api dilaporkan telah berhasil dikendalikan. Namun hingga saat ini, petugas masih berkonsentrasi pada area perbukitan yang mengarah ke kawasan Taman Lestari, mengingat jaraknya yang relatif dekat dengan permukiman warga.
“Di bagian bukit yang mengarah ke Taman Lestari masih ada api aktif. Itu yang menjadi perhatian utama kami karena berpotensi mendekati kawasan hunian,” kata Patris.
Ia menambahkan, kondisi di titik awal kebakaran yang terpantau pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB sudah relatif kondusif. Meski demikian, proses pemadaman belum dapat dihentikan sepenuhnya karena masih terdapat titik api yang berpotensi menyala kembali.
Terkait luasan lahan yang terbakar, Patris mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan angka pasti. Pengukuran detail baru akan dilakukan setelah seluruh titik api benar-benar padam dan kondisi lapangan dinyatakan aman.
“Untuk sementara kami hanya bisa menyampaikan estimasi awal. Kemungkinan luas area yang terdampak berada di atas 10 hektare. Pengukuran pasti akan dilakukan menggunakan drone setelah pemadaman selesai,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan api tidak kembali meluas, sekaligus mencegah dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan keselamatan warga sekitar.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















