Omzet UMKM Tembus 1 Miliar, BP Batam dan Nagoya Citywalk Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

- Publisher

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Night Party Nagoya Lantern Festival yang digelar pada 13–17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk. Foto: INIKEPRI.COM/BP Batam

Night Party Nagoya Lantern Festival yang digelar pada 13–17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk. Foto: INIKEPRI.COM/BP Batam

INIKEPRI.COM – Night Party Nagoya Lantern Festival yang digelar pada 13–17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk, berhasil menggerakkan roda ekonomi mikro secara signifikan.

Berdasarkan hasil survey pusat Kajian Daya Saing ASEAN, Politeknik Batam, dengan jumlah pengunjung yang tembus angka 6.000 orang dalam 5 hari, maka omzet yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Jumlah ini, dihasilkan melalui studi pengukuran multiplier effect, data omzet per UMKM yang terjual dan diekstrapolasi dengan jumlah pengunjung.

Sehingga, melalui kegiatan yang diinisiasi oleh BP Batam dan Nagoya Citiwalk ini, menjadi indikator konkret kebangkitan ekonomi kawasan Nagoya, serta akselerasi implementasi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa kebangkitan Nagoya merupakan bagian dari strategi penguatan pusat perdagangan dan jasa Kota Batam.

BACA JUGA:  Kunjungi KBRI Roma, Fary Francis Harapkan Investasi di Batam Tumbuh Signifikan

“Nagoya adalah episentrum perdagangan Kota Batam. Ketika ruang publiknya hidup dan tertata, maka efek berantainya akan terasa terhadap UMKM, sektor jasa, hingga pariwisata. Inilah arah pembangunan kawasan yang terintegrasi,” ujarnya.

Sementara, Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menekankan pentingnya model kolaborasi dalam pengembangan kawasan. Ia menegaskan, BP Batam akan terus berkomitmen dalam mendukung UMKM di Kota Batam.

“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa revitalisasi Jalan Raya Nagoya merupakan bagian dari agenda besar pembangunan New Nagoya dalam kerangka WPP Prioritas. Penataan ini meliputi peningkatan kualitas jalan, pedestrian, tata pencahayaan, konektivitas antar-blok komersial, hingga integrasi fungsi perdagangan dan hiburan.

BACA JUGA:  Dorong Pertumbuhan Investasi Inklusif, BP Batam Gelar Pertemuan Tatap Muka dengan Pelaku Usaha

“WPP Prioritas New Nagoya dirancang untuk mentransformasi kawasan ini menjadi pusat perdagangan dan gaya hidup yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing internasional,” ujarnya.

“Event ini membuktikan ketika infrastruktur, ruang publik, dan aktivitas ekonomi dikolaborasikan, dampaknya langsung terasa dalam bentuk perputaran ekonomi yang signifikan,” tegas Mouris.

Owner Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapan pihak swasta menjadi mitra strategis dalam mendukung implementasi WPP. Hal ini, terlihat dari suksesnya gelaran Night Party Nagoya Lantern Festival.

“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa Nagoya memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Kami siap berkolaborasi untuk pengembangan jangka panjang kawasan,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Night Party Nagoya Lantern Festival bukan hanya sekadar perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Namun juga bagian dari strategi aktivasi ruang publik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan.

BACA JUGA:  Boikot tanpa Akurasi Informasi Bisa Merugikan Ekonomi Indonesia

Festival ini menghadirkan instalasi lampion tematik, atraksi barongsai dan lion dance, fashion show spesial Imlek, serta bazaar UMKM yang melibatkan 30 tenant dalam radius ±200 meter.

Selama lima hari, seluruh tenant mencatatkan penjualan yang selalu habis setiap malamnya. Pada puncak acara, 16 Februari 2026, tercatat sekitar 1.584 pengunjung masuk melalui gerbang utama, dengan estimasi total kunjungan mencapai ±2.500 orang per malam.

Pengunjung ini, berasal dari dalam dan luar Kota Batam, turis mancanegara seperti Singapore, Malaysia, Brunei, dan negara lainnya.

Angka kunjungan ini, juga menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas ekonomi di kawasan Nagoya, yang sebelumnya mengalami perlambatan pascapandemi Covid-19. Kebangkitan Nagoya juga menjadi simbol transformasi Batam menuju kota perdagangan, jasa, dan investasi yang semakin kompetitif di tingkat regional.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Pertimbangkan Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Nuklir di Batam
IHSG Anjlok 1,22 Persen ke Level 5.373, Investor Cermati Agenda Ekonomi Global
Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul
Kabar Baik bagi Pelanggan PLN Batam! Kompensasi Blackout Otomatis Masuk Tagihan November
Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan
80 UMKM Batam Ikuti Sampiran Project 2026, Literasi Digital Jadi Kunci Perluas Pasar
Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta
Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Pertimbangkan Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Nuklir di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:00 WIB

IHSG Anjlok 1,22 Persen ke Level 5.373, Investor Cermati Agenda Ekonomi Global

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Kabar Baik bagi Pelanggan PLN Batam! Kompensasi Blackout Otomatis Masuk Tagihan November

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan

Berita Terbaru