Bingung Pilih Puasa? Dahulukan Qadha atau Syawal, Ini Jawabannya

- Publisher

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Setelah Idulfitri, tidak sedikit umat Islam yang dihadapkan pada pilihan: mendahulukan puasa qadha Ramadan atau langsung menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Pertanyaan ini umumnya muncul bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadan, namun di sisi lain ingin meraih keutamaan puasa Syawal yang besar pahalanya.

Keutamaan puasa Syawal sendiri disebutkan dalam hadis riwayat Sahih Muslim. Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa selama setahun.

BACA JUGA:  Makna Malam Natal dan Sejarah yang Mengiringinya

Dahulukan yang Wajib

Mengacu pada penjelasan Majelis Ulama Indonesia, puasa qadha sebaiknya didahulukan dibandingkan puasa Syawal. Hal ini karena qadha Ramadan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan, sedangkan puasa Syawal bersifat sunnah.

Dalam kaidah fikih, amalan wajib memiliki prioritas lebih tinggi daripada amalan sunnah. Oleh karena itu, menyelesaikan utang puasa menjadi langkah utama sebelum mengejar keutamaan tambahan dari puasa Syawal.

Perbedaan Pendapat Ulama

BACA JUGA:  3 Trik Sentuh Miss V, Bikin Wanita Ketagihan

Meski demikian, para ulama memiliki perbedaan pandangan dalam praktiknya. Sebagian ulama membolehkan mendahulukan puasa Syawal, selama qadha tetap ditunaikan sebelum datangnya Ramadan berikutnya.

Pendapat lain menyebutkan bahwa orang yang mendahulukan puasa Syawal tetap mendapatkan pahala puasa sunnah, namun tidak memperoleh keutamaan penuh seperti yang disebutkan dalam hadis.

Soal Menggabungkan Niat

Dalam pembahasan lain yang dikutip dari Nahdlatul Ulama, terdapat pula pendapat yang membolehkan menggabungkan niat puasa qadha dan puasa Syawal dalam kondisi tertentu. Namun, praktik ini masih menjadi perdebatan di kalangan ulama.

BACA JUGA:  4 Kalimat yang Mesti Dihindari Ketika Interview

Karena itu, sebagian besar ulama menganjurkan untuk memisahkan keduanya agar lebih aman dan mendapatkan keutamaan secara sempurna.

Kesimpulan

Secara umum, mendahulukan puasa qadha Ramadan merupakan pilihan yang lebih utama karena sifatnya wajib. Setelah kewajiban tersebut ditunaikan, puasa Syawal dapat dilaksanakan untuk menyempurnakan ibadah dan meraih pahala yang dijanjikan.

Dengan memahami urutan ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, terarah, dan sesuai dengan tuntunan para ulama.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Program MBG Disorot, BGN Pastikan Bayi 0-6 Bulan Tidak Diberi Susu Formula
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya
Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI
Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp
Bukan Bahasa Indonesia! Ini Asal-Usul Kata “Haram Jadah” yang Sering Disalahpahami

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:37 WIB

Program MBG Disorot, BGN Pastikan Bayi 0-6 Bulan Tidak Diberi Susu Formula

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Senin, 4 Mei 2026 - 08:18 WIB

Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya

Berita Terbaru