Kacip Tembaga Kembali ke Batam, Iringi Amsakar Achmad dalam Musikalisasi Puisi di Kenduri Seni Melayu 2026

- Publisher

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Samson Rambah Pasir dan Dewan Pendiri Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning Zalfandri Zainal alias Mat Rock Sejangat. Foto: AI/RiauBerdaulat

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Samson Rambah Pasir dan Dewan Pendiri Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning Zalfandri Zainal alias Mat Rock Sejangat. Foto: AI/RiauBerdaulat

Sukses Memukau Tahun Lalu, Rumah Budaya Kacip Tembaga Kembali Diundang Tampil dan Mendapat Kehormatan Khusus Mengiringi Wali Kota Batam dalam Musikalisasi Puisi Melayu

INIKEPRI.COM  – Dari tepian Sungai Pakning yang tenang, gema syair Melayu kembali menempuh perjalanan menuju Kota Batam. Rumah Budaya Kacip Tembaga, komunitas seni yang tumbuh dari denyut kehidupan masyarakat pesisir Kabupaten Bengkalis, resmi menerima undangan untuk tampil dalam Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026, perhelatan budaya bergengsi yang akan digelar pada 2 hingga 5 Juli 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre.

Tahun ini, kehadiran Kacip Tembaga bukan sekadar mengulang sukses penampilan sebelumnya. Komunitas yang dikenal konsisten merawat tradisi puisi, syair, dan musik Melayu itu mendapat kehormatan khusus untuk mengiringi Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam pertunjukan musikalisasi puisi di panggung utama.

Kepercayaan tersebut diberikan setelah penampilan Kacip Tembaga pada KSM 2025 dinilai mampu meninggalkan kesan mendalam. Sajian mereka dianggap berhasil menghadirkan suasana Melayu yang tidak hanya kuat secara artistik, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Samson Rambah Pasir, mengatakan keputusan melibatkan Kacip Tembaga merupakan bentuk apresiasi atas kualitas artistik yang telah mereka tunjukkan.

BACA JUGA:  Ini Formula Bali Berhasil Kendalikan Covid-19 Tanpa PSBB, Terbaik Di Indonesia

“Penampilan mereka tahun lalu sangat kuat dan memiliki ruh Melayu yang terasa hidup. Kami ingin kolaborasi tahun ini menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna,” ujarnya.

Menurut Samson, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi simbol harmonisasi antara pemerintah dan para pegiat seni budaya dalam menjaga marwah peradaban Melayu di tengah arus modernisasi.

Kolaborasi Seni dan Kepemimpinan

Amsakar Achmad dikenal memiliki ketertarikan terhadap sastra dan puisi. Dalam penampilan tersebut, pembacaan puisi akan dipadukan dengan iringan musik tradisional Melayu yang dimainkan para seniman Kacip Tembaga.

Ketua Dewan Pendiri Rumah Budaya Kacip Tembaga, Zalfandri Zainal atau yang akrab disapa Mat Rock Sejangat, menyebut kesempatan ini sebagai penghormatan besar bagi para seniman kampung.

“Bagi kami, ini bukan sekadar undangan tampil. Ini adalah penghargaan terhadap kerja kebudayaan yang lahir dari kampung, dari masyarakat pesisir yang terus menjaga warisan leluhur,” katanya.

Menurutnya, seni bukan hanya tontonan, melainkan sarana untuk menyambung ingatan kolektif masyarakat Melayu terhadap sejarah, nilai, dan jati diri mereka.

BACA JUGA:  Youtuber Ferdian Paleka Akhirnya Tertangkap

Dua Panggung, Dua Misi Kebudayaan

Selain mendampingi Wali Kota Batam, Kacip Tembaga juga akan menampilkan pertunjukan utama bertema sejarah Melayu dengan mengangkat kisah kepahlawanan Datuk Laksamana Raja Di Laut.

Melalui perpaduan syair, puisi, musik tradisional, dan unsur teatrikal, Kacip Tembaga ingin menghadirkan kembali semangat perjuangan tokoh legendaris tersebut kepada generasi masa kini.

“Kami ingin penonton tidak sekadar menyaksikan pertunjukan, tetapi juga merasakan denyut sejarah dan semangat perjuangan leluhur,” ujar Mat Rock Sejangat.

Karena mendapat dua kesempatan tampil, Kacip Tembaga akan hadir dalam dua sesi berbeda selama KSM 2026. Penampilan pertama berupa kolaborasi musikalisasi puisi bersama Wali Kota Batam, sedangkan penampilan kedua merupakan pertunjukan tematik sejarah Melayu.

Dari Kampung ke Panggung Bergengsi

Rumah Budaya Kacip Tembaga berakar dari semangat gotong royong para seniman, budayawan, dan pecinta sastra di kawasan Sungai Pakning dan Bukit Batu. Di tengah perkembangan zaman, komunitas ini terus aktif menumbuhkan minat generasi muda terhadap puisi, musik, dan sejarah Melayu.

Ketua Rumah Budaya Kacip Tembaga, Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi, menegaskan bahwa undangan dari Batam menjadi energi baru untuk terus berkarya.

BACA JUGA:  Istri Polisi Kepergok Indehoy dengan Sekuriti, Ini Sosoknya

“Kami ingin membuktikan bahwa karya yang lahir dari kampung juga mampu berdiri terhormat di panggung besar. Selama ada semangat dan kecintaan terhadap budaya, warisan Melayu akan terus hidup,” ujarnya.

Ia didampingi sejumlah pengurus, di antaranya Ridho Fatwandi, Datuk Wawan Irnawan, Datuk Andhika, Datuk Dedek Minah, dan Alfero.

Kenduri Seni Melayu, Ruang Pertemuan Budaya Serumpun

Kenduri Seni Melayu merupakan salah satu agenda budaya paling bergengsi di kawasan Melayu dan masuk dalam program Karisma Event Nusantara.

Setiap tahun, kegiatan ini mempertemukan seniman, sastrawan, budayawan, dan komunitas budaya dari berbagai daerah di Indonesia serta negara-negara serumpun.

Bagi Rumah Budaya Kacip Tembaga, keikutsertaan dalam KSM 2026 bukan sekadar tampil di atas panggung. Ini adalah penegasan bahwa syair dan musik yang lahir dari tepian Sungai Pakning terus menemukan jalannya untuk bergema di panggung kehormatan dunia Melayu.

Pada Juli mendatang, ketika lampu panggung Dataran Engku Putri menyala dan bait-bait puisi mulai dilantunkan, nama Sungai Pakning akan kembali disebut sebagai salah satu penjaga nyala kebudayaan Melayu di Nusantara.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Bayarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk 6.000 Nelayan, Amsakar-Li Claudia Perkuat Jaminan Sosial Pesisir
Cen Sui Lan Jamu Petinggi TNI, Natuna Ditegaskan sebagai Garda Terdepan NKRI
Ngeri! Warga Tanjungpinang Diterkam Buaya Saat Mencari Gonggong, Korban Jalani Operasi di RSUP Raja Ahmad Tabib
Batam Makin Digital! BPKAD Siapkan Siap Terapkan Kartu Kredit Indonesia, Lebih Cepat dan Transparan
Menteri Trenggono Resmikan PT BIG di Kijang, Ansar Ahmad Optimistis Ekonomi Maritim Kepri Melesat
Cen Sui Lan Sambut Pangkogabwilhan I Kunto Arief Wibowo, Perkuat Sinergi di Wilayah Perbatasan Natuna
Minggu Ini! Imigrasi Batam Buka Layanan Paspor di Pollux, Harbour Bay, Botania 2 dan K Square
Menjelang Idul Adha, Pemkab Natuna Turunkan Operasi Pasar Murah ke Tiga Kecamatan

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:13 WIB

Pemko Batam Bayarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk 6.000 Nelayan, Amsakar-Li Claudia Perkuat Jaminan Sosial Pesisir

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:00 WIB

Kacip Tembaga Kembali ke Batam, Iringi Amsakar Achmad dalam Musikalisasi Puisi di Kenduri Seni Melayu 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:31 WIB

Cen Sui Lan Jamu Petinggi TNI, Natuna Ditegaskan sebagai Garda Terdepan NKRI

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:12 WIB

Ngeri! Warga Tanjungpinang Diterkam Buaya Saat Mencari Gonggong, Korban Jalani Operasi di RSUP Raja Ahmad Tabib

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:09 WIB

Menteri Trenggono Resmikan PT BIG di Kijang, Ansar Ahmad Optimistis Ekonomi Maritim Kepri Melesat

Berita Terbaru