Mekkah In Love: Tawaf Wada’ dan Perjalanan Cinta Amsakar Achmad Bersama Istri di Tanah Suci

- Publisher

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen romantis tatkala Wali Kota Batam sekaligus Ex Officio Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan istri Erlita Sari di tanah suci. Foto: Facebook Amsakar Achmad

Momen romantis tatkala Wali Kota Batam sekaligus Ex Officio Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan istri Erlita Sari di tanah suci. Foto: Facebook Amsakar Achmad

INIKEPRI.COM – Perjalanan ibadah haji yang dijalani Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memasuki penghujung yang penuh haru. Setelah melaksanakan tawaf wada’ atau tawaf perpisahan di Masjidil Haram, Amsakar mengaku justru merasakan kerinduan yang semakin mendalam kepada Baitullah.

Dalam catatan pribadinya yang berjudul Perjalanan Cinta yang diunggah di Facebook pribadinya Sabtu (30/5/2026), Amsakar menggambarkan ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan cinta yang memperkuat spiritualitas dan hubungan antarsesama manusia.

“Dengan telah dilaksanakannya tawaf wada’ berarti rangkaian pelaksanaan ibadah haji yang saya lakukan telah sampai di penghujung,” tulis Amsakar.

Tawaf wada’ merupakan ibadah perpisahan sebelum jamaah meninggalkan Makkah. Namun bagi Amsakar dan sang istri, momen tersebut bukanlah akhir, melainkan awal dari kerinduan untuk kembali ke Tanah Suci.

Ia mengaku memohon agar seluruh ibadah yang dijalankan diterima Allah SWT dan diberikan kesempatan untuk kembali menginjakkan kaki di kota suci tersebut.

BACA JUGA:  AMSINDO Kepri Bagikan 100 Paket Sembako Untuk Fakir Miskin dan Kaum Dhuafa di Kota Batam

“Terus terang rongga hati saya masih menyisakan cinta dan getar kerinduan kepada Baitullah justru ketika tawaf wada’ baru saja terlaksana,” ungkapnya.

Menurut Amsakar, hakikat ibadah haji adalah perjalanan cinta. Cinta kepada Allah SWT, cinta kepada Baitullah, cinta kepada ajaran para nabi terdahulu, dan cinta kepada Rasulullah SAW.

Di hadapan Ka’bah, katanya, jutaan manusia datang membawa segala kelemahan dan dosa. Mereka menangis, memohon ampunan, serta menyadari betapa kecilnya diri manusia di hadapan Sang Pencipta.

“Sesungguhnya kita merasa bermakna di hadapan manusia, namun tidak ada apa-apanya di hadapan Yang Maha Kuasa,” tulisnya.

Namun di balik dimensi spiritual yang mendalam, ada kisah lain yang membuat perjalanan hajinya terasa sangat personal. Amsakar mengaku kehadiran sang istri menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia ingin Bawa Kesejahteraan Bagi Masyarakat Batam

Selama ini, kesibukan sebagai kepala daerah membuat waktu kebersamaan bersama keluarga menjadi terbatas. Karena itu, saat berada di Tanah Suci, ia bertekad memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendampingi istrinya yang masih harus menggunakan kursi roda.

Tekad itu diwujudkannya dalam setiap rangkaian ibadah. Mulai dari tawaf, sa’i, melempar jumrah, hingga tawaf ifadah dan tawaf wada’, Amsakar berusaha hadir mendampingi sang istri.

Ia bahkan mengaku sempat merasa cemas ketika mendapat kabar istrinya pergi seorang diri ke toilet karena khawatir tidak kuat menaiki tangga.

“Syukur alhamdulillah, apa yang terpatri di dalam hati dapat saya tunaikan,” tulisnya.

Dalam pelaksanaan tawaf dan sa’i, Amsakar bersama seorang pendamping bernama Muhammad bergantian membantu mendorong kursi roda sang istri. Hal yang sama juga dilakukannya saat melempar jumrah hingga rangkaian ibadah terakhir.

“Sungguh, saya merasa perjalanan haji sebagai cara Allah membuka ruang maaf saya kepada istri tercinta,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Masyarakat Nongsa Sebut Amsakar Sosok yang Benar-Benar Memperhatikan Rakyat

Momen mengharukan kembali terjadi menjelang akhir perjalanan. Seorang pendamping bernama Zen yang selama ini membantu menyediakan kursi roda justru memberikan kursi roda tersebut sebagai hadiah.

Menurut Amsakar, Zen menyampaikan bahwa kursi roda itu diberikan dengan ikhlas sebagai hadiah haji bagi mereka.

Peristiwa sederhana itu meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya dan keluarga. Di tengah jutaan jamaah dari berbagai negara, ia merasakan begitu banyak kemudahan dan kebaikan yang datang dari orang-orang yang bahkan sebelumnya tidak dikenal.

“Sungguh nikmat demi nikmat kami rasakan selama perjalanan di Tanah Suci ini,” tulisnya.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya terhadap filosofi hidup yang selama ini diyakini.

“Mudahkanlah urusan orang, niscaya sampai waktunya Allah akan mudahkan urusan kita,” pungkas Amsakar dalam catatannya dari Makkah, 13 Zulhijjah 1447 Hijriah.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Semarak Idul Adha 1447 Hijriah, BP Batam Sembelih 33 Hewan Kurban Tingkatkan Kepedulian Sosial
Li Claudia Dorong Sinergi Cegah TPPO di Batam, Resmikan Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Pekerja Migran
Amsakar Achmad Akhirnya Botak di Tanah Suci, Ngaku Sampai Kaget Lihat Cermin
PLN Batam Raih TOP CSR Awards 2026 dan Penghargaan Kepemimpinan CSR
Plh. Kepala BP Batam Li Claudia Chandra Tinjau Pengerjaan Peningkatan Jalan dan Drainase
DLH Batam Siapkan TPS di Setiap Perumahan, Pengangkutan Sampah Tak Lagi dari Rumah ke Rumah
Momentum Iduladha 1447 H, Kenduri Restorasi NasDem di Batam Tebar 2 Sapi dan 36 Kambing, Randi: “Kebersamaan Adalah Kekuatan Partai”
Iduladha 1447 H: PLN Batam Salurkan 18 Sapi dan 50 Kambing, Perkuat Kepedulian Sosial di Batam

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:16 WIB

Mekkah In Love: Tawaf Wada’ dan Perjalanan Cinta Amsakar Achmad Bersama Istri di Tanah Suci

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:07 WIB

Li Claudia Dorong Sinergi Cegah TPPO di Batam, Resmikan Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Pekerja Migran

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:03 WIB

Amsakar Achmad Akhirnya Botak di Tanah Suci, Ngaku Sampai Kaget Lihat Cermin

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:29 WIB

PLN Batam Raih TOP CSR Awards 2026 dan Penghargaan Kepemimpinan CSR

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:25 WIB

Plh. Kepala BP Batam Li Claudia Chandra Tinjau Pengerjaan Peningkatan Jalan dan Drainase

Berita Terbaru