INIKEPRI.COM – Kemunculan bunga Rafflesia dalam jumlah besar di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, menarik perhatian para peneliti dan pemerhati lingkungan. Di kawasan hutan seluas sekitar 47,5 hektare di Desa Tarempa Selatan, ditemukan sedikitnya 25 titik bunga Rafflesia yang bermekaran secara bergantian.
Temuan tersebut menjadi catatan penting karena sebelumnya belum pernah tercatat adanya habitat Rafflesia di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Riau, Faizal Rangkuti, mengatakan hasil identifikasi sementara menunjukkan terdapat sekitar 25 spot Rafflesia yang tersebar di kawasan perbukitan dengan vegetasi hutan alami yang masih terjaga.
“Ini merupakan populasi baru atau unique population karena sebelumnya belum pernah ada catatan keberadaan habitat Rafflesia di Anambas maupun Kepulauan Riau,” ujarnya.
Menurut Faizal, pemerintah desa bersama petugas kehutanan secara rutin melakukan patroli untuk menjaga kawasan tersebut dari berbagai potensi gangguan. Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan verifikasi guna mendorong penetapan kawasan tersebut sebagai wilayah perhutanan sosial.
Rafflesia dikenal sebagai bunga dengan karakteristik pertumbuhan yang unik. Tanaman ini hidup sebagai parasit pada tumbuhan inang tertentu dan membutuhkan waktu cukup lama untuk berkembang hingga akhirnya mekar.
Saat mekar, bunga berwarna oranye kemerahan dengan corak kuning tersebut mengeluarkan aroma menyengat yang menyerupai bau amonia atau daging membusuk. Aroma itu berfungsi menarik serangga penyerbuk. Setelah mekar sempurna, bunga hanya mampu bertahan sekitar empat hingga lima hari sebelum layu dan membusuk secara alami.
Hingga saat ini, para peneliti belum dapat memastikan penyebab munculnya populasi Rafflesia dalam jumlah besar di kawasan tersebut. Secara ilmiah, belum ada penelitian khusus yang mengungkap faktor-faktor yang memicu kemunculan puluhan bunga langka itu secara bersamaan.
Selain menjadi objek penelitian, kawasan habitat Rafflesia di Anambas kini mulai menarik minat wisatawan yang ingin melihat langsung keunikan bunga terbesar di dunia tersebut. Lokasi itu berpotensi berkembang sebagai destinasi wisata edukasi berbasis konservasi dan lingkungan.
Kemunculan Rafflesia dalam jumlah besar juga menjadi indikator bahwa kondisi ekosistem hutan di Anambas masih relatif baik dan mampu mendukung kehidupan berbagai spesies langka.
Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa wilayah kepulauan kecil seperti Anambas menyimpan kekayaan hayati yang bernilai tinggi dan penting untuk terus dijaga keberlangsungannya melalui upaya konservasi yang berkelanjutan.
Penulis : RBP
Editor : IZ
Sumber Berita: mongabay.id

















