INIKEPRI.COM – Kabupaten Natuna mencatat capaian penting dalam pengembangan sektor perkebunan setelah berhasil memperoleh alokasi lahan terluas untuk program penanaman kelapa dalam dari Kementerian Pertanian.
Dari total kuota 2.000 hektare yang dialokasikan pemerintah pusat bagi Provinsi Kepulauan Riau, Natuna memperoleh jatah 350 hektare atau yang terbesar dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kepri.
Alokasi tersebut disertai bantuan sebanyak 38.500 batang bibit kelapa dalam yang akan dimanfaatkan untuk perluasan sekaligus peremajaan kebun kelapa milik masyarakat.
Kabar tersebut disampaikan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, saat mendampingi Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dalam rangkaian kunjungan kerja di Ranai, Rabu (1/7/2026).
Di hadapan Wakil Gubernur, Cen Sui Lan mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor perkebunan Natuna yang selama ini dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Ia menjelaskan bahwa perjuangan memperoleh bantuan tersebut telah dimulai sejak akhir 2025, ketika Pemerintah Kabupaten Natuna mengusulkan pengembangan perkebunan kelapa seluas 2.000 hektare dengan kebutuhan sekitar 220.000 batang bibit kelapa dalam.
Usulan tersebut kemudian mendapat respons positif dari pemerintah pusat yang menetapkan kuota pengembangan kelapa seluas 2.000 hektare untuk Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2026.
“Dan alhamdulillah dari kuota 2.000 hektare lahan itu, Natuna dapat 350 hektare. Paling luas untuk Natuna di Kepri,” ujar Cen Sui Lan.
Menurutnya, dengan standar kebutuhan sekitar 110 batang bibit per hektare, Natuna memperoleh bantuan sebanyak 38.500 batang bibit kelapa yang akan didistribusikan secara bertahap ke enam kecamatan sebagai tahap awal pelaksanaan program.
“Semuanya kita sebarkan di enam kecamatan dulu Pak Wagub, nanti tahun depan mudah-mudahan kita bisa penuhi keperluan semua kecamatan. Untuk tahun 2027 sudah kita usulkan sebanyak 1.650 hektare. Semoga kita bisa dapat lebih banyak lagi,” katanya.
Cen Sui Lan menilai bantuan tersebut memiliki arti strategis bagi masyarakat, mengingat komoditas kelapa menjadi salah satu tanaman yang cukup potensial dikembangkan di Natuna.
“Bagi kami bantuan ini sangat luar biasa Pak Wagub. Kami bersyukur sekali dan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, khususnya Dirjen Perkebunan,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Natuna memperoleh porsi terbesar dari program tersebut.
Menurut Nyanyang, keberhasilan ini menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan sektor perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami ucapkan selamat kepada Kabupaten Natuna. Di Kepri Natuna yang berhasil mendapatkan bantuan paling tinggi dan paling luas. Mudah-mudahan ini dapat mengakselerasi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat,” ujar Nyanyang.
Usai menghadiri agenda di Ranai, Wakil Gubernur melanjutkan kunjungan ke lokasi pengembangan bibit kelapa varietas unggul lokal di Air Buluh, Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan.

Program pembibitan tersebut merupakan bagian dari dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.
Saat ini, sebanyak 39.600 bibit kelapa varietas unggul lokal tengah dikembangkan untuk mendukung penanaman di lahan seluas 350 hektare yang telah dialokasikan Pemerintah Kabupaten Natuna.
Di lokasi pembibitan, Nyanyang meninjau langsung kesiapan bibit sekaligus berdialog dengan pengelola mengenai perkembangan program, kesiapan lahan hingga mekanisme distribusi bibit kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah, terutama bagi wilayah yang memiliki potensi lahan seperti Natuna.
“Sektor perkebunan merupakan salah satu sektor strategis yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di daerah,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada bantuan bibit, tetapi juga pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memastikan pengelolaan perkebunan berjalan secara berkelanjutan.

Pengembangan bibit kelapa unggul lokal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat sekaligus memperkuat posisi Natuna sebagai salah satu sentra pengembangan komoditas kelapa di Provinsi Kepulauan Riau. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah.

Penulis : IZ

















