INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi pelajar di wilayah hinterland atau pulau-pulau penyangga melalui program beasiswa kerja sama dengan perguruan tinggi negeri.
Tahun 2026, sebanyak 34 pelajar asal hinterland berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Batam (Polibatam) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Batam, John Hendri, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Batam dengan kedua perguruan tinggi sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan hinterland.
“Tahun ini ada empat pelajar diterima di ITS dan 30 pelajar di Polibatam. Yang ke ITS ada empat dan saat ini sedang kami berangkatkan ke Surabaya,” ujar John, Kamis (9/7/2026).
Empat mahasiswa penerima beasiswa di ITS berasal dari Pulau Karas, Pulau Galang, dan Pulau Terung. Sementara 30 mahasiswa lainnya yang diterima di Polibatam berasal dari sejumlah wilayah hinterland, seperti Pulau Galang, Sekanak Raya, Pulau Pecong, Pulau Buluh, dan pulau-pulau lainnya.
John menjelaskan program studi yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan industri yang berkembang di Batam agar lulusan memiliki peluang kerja yang lebih besar.
Beberapa jurusan yang menjadi prioritas di antaranya Teknologi Rekayasa Pembangkit Listrik, Logistik Perdagangan Internasional, Rekayasa Keamanan Siber, hingga Teknologi Rekayasa Pengelasan dan Fabrikasi.
Selain membebaskan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), Pemerintah Kota Batam juga menanggung biaya asrama, biaya hidup, serta pembinaan mahasiswa selama menjalani pendidikan.
“Selain UKT, mereka juga mendapatkan biaya hidup dan asrama. Di asrama juga ada pembinaan dari kampus yang seluruh biayanya ditanggung Pemkot Batam, khusus untuk mahasiswa hinterland,” jelasnya.
Besaran bantuan biaya hidup disesuaikan dengan lokasi kampus, mengingat kebutuhan mahasiswa di Surabaya berbeda dengan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Batam.
John menambahkan, program beasiswa bagi pelajar hinterland merupakan kebijakan baru yang mulai disosialisasikan pada Mei 2026.
Sementara itu, proses seleksi beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu masih berlangsung. Program tersebut diperuntukkan bagi lulusan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang diterima di Polibatam maupun Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Adapun syarat penerima beasiswa antara lain merupakan warga Batam yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga, lulusan SMA di Batam, terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada Desil 1 hingga 4, serta mengambil program studi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota.
Di sisi lain, Pemko Batam juga tetap melanjutkan program beasiswa prestasi yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2026, sebanyak 13 pelajar Batam diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di tujuh perguruan tinggi negeri ternama di Pulau Jawa.
“Total penerima beasiswa prestasi hingga saat ini mencapai 173 mahasiswa yang tersebar di UI, ITB, ITS, Unpad, IPB, Undip, dan UGM,” pungkas John.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















