INIKEPRI.COM – Perum Bulog Cabang Natuna terus memperkuat jaringan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan menggandeng 58 mitra yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Natuna. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras medium sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, terutama di wilayah perbatasan.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, mengatakan seluruh mitra terdiri atas pemilik warung, kios, hingga toko sembako yang telah bekerja sama secara resmi dengan Bulog untuk menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Hingga saat ini mitra kita sudah mencapai 58 dan tersebar di beberapa kecamatan, termasuk dua mitra yang berada di wilayah kepulauan,” ujar Pencius, Selasa (8/7/2026).
Ia menjelaskan, HET beras medium SPHP di Natuna ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram. Beras tersebut dipasarkan dalam kemasan lima kilogram dengan harga Rp65.500 per karung.
Menurutnya, seluruh mitra wajib terdaftar secara resmi agar Bulog dapat mengawasi distribusi, mulai dari jumlah stok hingga harga jual di tingkat pengecer.
Selain melalui jaringan mitra, Bulog juga menyalurkan beras SPHP melalui kegiatan operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah yang digelar bersama pemerintah daerah.
“Kami terus memantau penjualan hingga harga di tingkat pengecer. Beras SPHP tidak boleh dijual melebihi HET. Jika ditemukan pelanggaran, akan kami lakukan pembinaan,” tegasnya.
Untuk menjaga pemerataan distribusi, setiap mitra hanya diperbolehkan mengambil maksimal dua ton beras dalam satu kali transaksi atau disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan masing-masing toko.
Kebijakan tersebut diterapkan guna mencegah penimbunan maupun praktik penjualan kembali (repacking) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pencius menambahkan, Bulog juga mewajibkan setiap mitra menyampaikan laporan penjualan secara berkala. Laporan tersebut menjadi dasar evaluasi dalam memantau ketersediaan stok sekaligus menentukan kebutuhan penambahan pasokan di masing-masing wilayah.
“Dengan laporan rutin dari mitra, kami bisa memastikan stok tetap tersedia dan distribusi berjalan merata sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Melalui pengawasan distribusi dan kerja sama dengan puluhan mitra tersebut, Bulog berharap harga beras medium di Natuna tetap stabil sekaligus menjamin akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau.
Penulis : RP
Editor : IZ

















