INIKEPRI.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai merealisasikan pembangunan lima unit irigasi perpompaan (irpom) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
Lima unit irigasi tersebut dibangun di tiga kecamatan, yakni tiga unit di Kecamatan Serasan Timur, satu unit di Kecamatan Bunguran Tengah, dan satu unit lainnya di Kecamatan Bunguran Timur Laut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, mengatakan irigasi perpompaan dirancang untuk menjawab persoalan utama yang selama ini dihadapi petani, yakni keterbatasan pasokan air bagi lahan persawahan.
Menurutnya, sistem tersebut memanfaatkan pompa untuk mengalirkan air dari sumur menuju areal persawahan sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi sepanjang musim tanam.
“Pembangunan irigasi perpompaan ini bertujuan meningkatkan intensitas tanam petani. Jika sebelumnya sebagian besar sawah hanya bisa ditanami sekali dalam setahun, dengan dukungan pengairan yang memadai diharapkan bisa meningkat menjadi dua bahkan tiga kali musim tanam,” ujar Wan Syazali, Kamis.
Ia menjelaskan pembangunan irigasi difokuskan pada kawasan persawahan sebagai langkah meningkatkan produksi padi di Natuna. Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Selain pembangunan irigasi, kata dia, pemerintah pusat juga terus menyalurkan berbagai bantuan sektor pertanian, mulai dari benih unggul hingga pupuk. Bantuan tersebut merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Natuna kepada pemerintah pusat.
Wan Syazali menyebut berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data DKPP Natuna, produksi gabah kering panen (GKP) mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Pada 2024, produksi padi tercatat sebanyak 113,68 ton. Angka tersebut melonjak menjadi 219,69 ton pada 2025. Sementara hingga Juli 2026, produksi telah mencapai 106,80 ton dan diperkirakan terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah.
“Peningkatan produksi ini menunjukkan berbagai program pemerintah mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor pertanian di Natuna,” katanya.
Menurut Wan Syazali, capaian tersebut juga tidak lepas dari peran aktif para penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani, mulai dari penerapan teknologi budidaya hingga pemanfaatan bantuan pemerintah secara optimal.
Ia optimistis keberadaan lima unit irigasi perpompaan akan semakin memperkuat peningkatan produksi padi karena persoalan ketersediaan air yang selama ini menjadi kendala utama dapat diatasi.
“Dengan dukungan sistem pengairan yang lebih baik, ditambah bantuan sarana produksi pertanian dari pemerintah, kami berharap hasil panen petani terus meningkat sehingga kesejahteraan mereka juga ikut terangkat,” pungkasnya.
Penulis : RP
Editor : IZ

















