Kabut Asap Kepung Serasan, Pemkab Natuna Terapkan Belajar dari Rumah Mulai Besok

- Publisher

Minggu, 30 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui Lan memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan Himpunan Keluarga Serasan (HKS) Ranai. Foto: ANTARA/Muhamad Nurman

Bupati Natuna Cen Sui Lan memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan Himpunan Keluarga Serasan (HKS) Ranai. Foto: ANTARA/Muhamad Nurman

INIKEPRI.COM — Kabut asap yang menyelimuti Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, mulai berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna mengambil langkah antisipasi dengan menerapkan Belajar dari Rumah (BDR) bagi peserta didik di sejumlah satuan pendidikan di Pulau Serasan.

Kebijakan tersebut mulai berlaku Senin (31/8) hingga Sabtu (5/9/2026) dan diterapkan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan keputusan tersebut diambil setelah kondisi Indeks Kualitas Udara (IKU) di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur berada pada kategori tidak sehat.

Kondisi itu diduga berkaitan dengan kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Cen menduga asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan yang secara geografis relatif berdekatan dengan Pulau Serasan.

BACA JUGA:  Natuna Rayakan Hari Pramuka ke-64, Bupati Cen Sui Lan: Pramuka Harus Jadi Benteng Moral Generasi Bangsa

“Untuk sementara anak-anak belajar dari rumah, sebagai langkah antisipasi karena kondisi udara di Serasan kurang baik,” ujar Cen Sui Lan

Keputusan tersebut juga tidak semata-mata didasarkan pada kondisi udara. Pemkab Natuna mempertimbangkan dampak kesehatan yang mulai dirasakan masyarakat.

Cen Sui Lan menyebutkan, lebih dari 30 masyarakat telah terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik tersebut.

Meski gangguan kualitas udara juga dirasakan di sejumlah wilayah lain di Natuna, kebijakan BDR untuk sementara difokuskan di Pulau Serasan dengan mempertimbangkan kondisi yang ada di lapangan.

Masker Dibagikan, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Selain mengatur aktivitas belajar siswa, Pemkab Natuna juga melakukan langkah pencegahan dengan membagikan masker kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Warga Serasan Sambut Hangat Bupati Natuna dalam Event Internasional Yacht Rally

Pembagian masker dilakukan di Pulau Serasan maupun sejumlah wilayah lain yang turut terdampak kabut asap.

Hingga saat ini, lebih dari 10 ribu masker telah dibagikan sebagai bagian dari upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kabut asap dan dampak karhutla terhadap kesehatan.

Cen Sui Lan mengimbau masyarakat untuk sementara mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Namun, jika terpaksa harus beraktivitas di luar, kami mengingatkan agar tetap menggunakan masker,” katanya.

Imbauan tersebut terutama ditujukan untuk menjaga kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.

Guru Tetap Masuk, Siswa Belajar dari Rumah

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Nasria, mengatakan informasi mengenai kebijakan BDR telah disampaikan kepada masyarakat dan satuan pendidikan.

Pihak sekolah juga diminta menyiapkan skema pembelajaran dari rumah agar proses pendidikan tetap berjalan selama kondisi udara belum membaik.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Perkuat Ketahanan Pangan Natuna, 188 Ton Pupuk Bersubsidi Tersalurkan dan 257 Petani Terlindungi BPJS

Dengan demikian, kebijakan tersebut bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan sepenuhnya.

Peserta didik belajar dari rumah, sementara pendidik dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugasnya.

“Untuk pendidik dan tenaga kependidikan tetap masuk, kebijakan ini berlaku untuk peserta didik,” kata Nasria.

Ia menambahkan, masa penerapan BDR masih dapat diperpanjang apabila kondisi kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.

Keputusan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan perkembangan Indeks Kualitas Udara dan laporan kondisi di wilayah terdampak.

Untuk sementara, rumah menjadi ruang belajar bagi anak-anak Serasan. Di saat yang sama, pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjadi jeda yang aman sampai udara kembali membaik dan aktivitas belajar tatap muka dapat berjalan normal.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Maulid Nabi di Tengah Keluarga Serasan, Cen Sui Lan: Jaga Silaturahmi dan Persaudaraan
Sang Juara Ranai Darat Dibikin Tak Berkutik, Raja Mustakim Menang Apollo di Meja Domino
Beras untuk Keluarga, Cek Kesehatan untuk Masa Depan: Langkah Natuna Perkuat Perlindungan Warga
Raja Mustakim Sambangi Keluarga Warga yang Hilang di Hutan, Bawa Sembako dan Santunan
Gowes Pagi di Bukit Arai, Raja Mustakim Ajak Petugas Kebersihan Sarapan dan Berbagi Sembako
Pasar JICA Natuna Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan dan Perdagangan
Cen Sui Lan Paparkan Tantangan Natuna kepada Wamenlu, dari Konektivitas hingga Kelautan
Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno Tiba di Natuna, Bahas Agenda Strategis Kawasan Perbatasan

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Kabut Asap Kepung Serasan, Pemkab Natuna Terapkan Belajar dari Rumah Mulai Besok

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Sang Juara Ranai Darat Dibikin Tak Berkutik, Raja Mustakim Menang Apollo di Meja Domino

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Beras untuk Keluarga, Cek Kesehatan untuk Masa Depan: Langkah Natuna Perkuat Perlindungan Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:04 WIB

Raja Mustakim Sambangi Keluarga Warga yang Hilang di Hutan, Bawa Sembako dan Santunan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Gowes Pagi di Bukit Arai, Raja Mustakim Ajak Petugas Kebersihan Sarapan dan Berbagi Sembako

Berita Terbaru