INIKEPRI.COM – Ribuan mahasiswa baru Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam mendapat suntikan semangat dari Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Di hadapan sekitar 1.600 mahasiswa, Amsakar mengingatkan bahwa dunia yang mereka masuki bukan ruang untuk sekadar menjadi penonton.
Pesan itu disampaikan Amsakar saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum Angkatan 2026 UIS Batam di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Minggu (6/9/2026) malam.
Mengangkat tema “Membangun Generasi Unggul Berintegritas, Berjiwa Entrepreneur, dan Berdaya Saing Global Berbasis Nilai Madani di Kawasan Industri dan Perbatasan Indonesia”, kuliah umum tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk melihat pendidikan sebagai bekal mengambil peran dalam pembangunan.
Bagi Amsakar, menjadi generasi unggul tidak cukup hanya dengan menyandang status mahasiswa. Ada proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, disiplin dan kerja keras.
“Tidak ada tempat untuk bersantai atau belajar ala kadarnya jika kita ingin menjadi manusia unggul dan dicatat oleh sejarah. Keberhasilan membutuhkan kerja keras yang melampaui batas biasa,” tegas Amsakar di hadapan ribuan mahasiswa.
Batam Sedang Berubah, Anak Muda Harus Bersiap
Amsakar kemudian membawa mahasiswa melihat Batam dari perspektif yang lebih luas.
Menurutnya, Batam tidak lagi hanya bertumpu pada perdagangan dan industri manufaktur. Kota ini terus bergerak menuju berbagai sektor baru yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi berbeda.
Ia menyebut keberadaan Nongsa Digital Park (NDP), industri maintenance, repair and overhaul (MRO) penerbangan, hingga peluang investasi di bidang teknologi sebagai bagian dari perkembangan tersebut.
Termasuk di dalamnya potensi industri berbasis teknologi seperti graphics processing unit (GPU) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Perubahan itu, kata Amsakar, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda Batam.
Mahasiswa tidak bisa hanya menunggu dunia kerja datang menghampiri. Mereka harus mempersiapkan diri sejak berada di bangku kuliah.
Penguasaan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang relevan menjadi modal penting, terutama karena Batam berada di kawasan industri sekaligus wilayah perbatasan Indonesia.
IPK Penting, Tetapi Karakter Tak Kalah Penting
Amsakar menilai pendidikan tinggi tidak seharusnya berhenti pada pencapaian akademik.
Mahasiswa perlu membangun kemampuan beradaptasi, integritas, karakter dan keberanian untuk berwirausaha.
Sebab, perubahan teknologi berlangsung begitu cepat. Kompetensi yang dibutuhkan industri hari ini dapat berkembang dan berubah dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk memiliki kemauan belajar yang terus tumbuh serta keberanian membaca peluang.
Batam sendiri, menurut Amsakar, menyediakan ruang yang cukup besar bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi daerah.
Tantangannya tinggal bagaimana mahasiswa mempersiapkan diri agar ketika kesempatan datang, mereka sudah memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya.
“Pemerintah Kota Batam siap terus berkolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Ibnu Sina demi mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya.
Malam itu, pesan Amsakar kepada mahasiswa baru UIS Batam terasa sederhana tetapi penting: kuliah bukan sekadar mengejar gelar. Ia adalah masa untuk menyiapkan diri agar kelak mampu menciptakan perubahan.
Di kota yang terus tumbuh seperti Batam, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dari pembangunan. Mereka harus bersiap menjadi bagian dari orang-orang yang menentukan ke mana kota ini bergerak.
Penulis : RP
Editor : IZ

















