INIKEPRI.COM — Kabut asap kiriman dari wilayah Kalimantan belum sepenuhnya beranjak dari Natuna. Kondisi kualitas udara yang masih menjadi perhatian membuat Pemerintah Kabupaten Natuna kembali memperpanjang kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) bagi para pelajar.
BDR yang sebelumnya diberlakukan di seluruh wilayah Natuna kini diperpanjang hingga Sabtu, 12 September 2026.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan kondisi udara yang tidak sehat tidak boleh dianggap sepele, terutama karena dampaknya menyentuh kelompok yang harus mendapat perlindungan lebih, yakni anak-anak.
“Kasihan anak-anak, udara sudah tidak sehat,” kata Cen Sui Lan, Rabu (9/9/2026).
Keputusan memperpanjang BDR dituangkan dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Nomor 400.3.1/303/DISDIKBUD-UP3/IX/2026.
Kebijakan tersebut diambil sembari pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara di wilayah Natuna.
Langkah ini bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Selama BDR, proses pembelajaran tetap berlangsung melalui pembelajaran daring maupun penugasan mandiri. Guru juga tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan belajar peserta didik.
Berlaku di Seluruh Wilayah
Untuk 13 kecamatan, pelaksanaan BDR mencakup Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Selatan, Bunguran Tengah, Bunguran Batubi, Bunguran Barat, Bunguran Utara, Pulau Seluan, Pulau Tiga, Pulau Tiga Barat, Pulau Laut, Midai dan Suak Midai.
Sementara itu, Serasan, Serasan Timur, Subi dan Pulau Panjang tetap menjalankan BDR berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dengan demikian, aktivitas belajar para pelajar Natuna masih berlangsung dari rumah hingga akhir pekan ini, sambil menunggu evaluasi terhadap kondisi udara.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika konsentrasi asap meningkat. Penggunaan masker yang sesuai turut dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Natuna juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Satgas Penanggulangan Kekeringan dan Karhutla telah dibentuk. Seluruh unsur terkait diminta meningkatkan kewaspadaan serta memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi kebakaran.
Bagi Cen Sui Lan, keputusan memperpanjang BDR merupakan langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan peserta didik tanpa mengorbankan hak mereka memperoleh pendidikan.
Sekolah boleh sementara berpindah ke rumah. Namun, keselamatan anak-anak tetap menjadi pertimbangan utama.
“Masa belajar dari rumah diperpanjang hingga 12 September, akhir pekan ini,” ujar Cen.
Pemerintah kini masih menunggu perkembangan kondisi udara. Jika kualitas udara membaik, kebijakan pembelajaran akan kembali dievaluasi sesuai situasi di lapangan.
Sebab dalam kondisi seperti ini, menjaga anak-anak tetap aman bukan berarti menghentikan pendidikan. Justru, pembelajaran terus berjalan dengan cara yang paling memungkinkan sembari menunggu udara Natuna kembali lebih bersih.
Penulis : DI
Editor : IZ

















