INIKEPRI.COM – Amsakar Achmad kembali dipercaya memimpin Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Batam untuk periode 2026-2031.
Wali Kota Batam sekaligus Ex Officio Kepala BP Batam itu ditetapkan sebagai Ketua Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Batam secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) KAHMI Kota Batam ke-VII yang berlangsung pada 18-19 September 2026.
Selain menetapkan Amsakar sebagai Ketua MD KAHMI Kota Batam, Musda VII juga menetapkan Lina Warni sebagai Ketua Umum FORHATI Kota Batam periode 2026-2031.
Dewan Pakar MD KAHMI Kota Batam, Riama Manurung, membenarkan terpilihnya kembali Amsakar. Menurutnya, dukungan terhadap Amsakar disampaikan sejak awal dan kemudian diikuti sejumlah kader lainnya.
“Pak Amsakar kembali pimpin MD KAHMI periode 2026-2031 secara aklamasi, pasca Riama yang pertama sekali menyatakan dukungan sepenuhnya kepada Amsakar Achmad, lalu diikuti Hendri dan Supriyadi,” ujar Riama, Minggu (20/9/2026).
Regenerasi dan Musyawarah Organisasi
Sebelum Musda digelar, Amsakar menegaskan bahwa kepemimpinannya pada periode sebelumnya telah berakhir. Karena itu, proses pergantian kepemimpinan harus tetap dilakukan melalui mekanisme organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART.
“Yang paling penting saya ingin sampaikan kepada rekan-rekan media bahwa apa yang dilakukan oleh MD KAHMI hari ini adalah amanah. Bahwa kepengurusan saya sudah selesai dan transisi kepemimpinan itu harus dilakukan melalui musyawarah daerah,” kata Amsakar.
Ia juga menyerahkan seluruh tahapan pencalonan dan pemilihan kepada Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), sesuai tata tertib Musda yang telah ditetapkan.
“Prinsipnya silakan SC atau OC memformulasikan, mulai dari pencalonan sampai nanti pemilihan. Kita ikuti tatib yang sudah disusun,” ujarnya.
Dalam dinamika menjelang Musda, Amsakar juga menyampaikan pentingnya memberikan ruang kepada kader-kader muda untuk mengambil peran dalam organisasi.
Menurutnya, regenerasi tidak harus dibangun melalui persaingan yang tajam antarkader.
“Kalau ada figur yang maju, abang dalam posisi mengantarkan. Dididik, biar dimusyawarahkan ini secara baik,” katanya.
Amsakar bahkan menegaskan tidak ingin berkompetisi dengan kader-kader muda yang selama ini telah didorong untuk tampil dan mengambil peran di KAHMI.
“Nggak enak bertempur sama-sama, terutama dengan adik-adik yang punya minat yang sama. Udah kita dorong. Sebab abang tidak akan tinggalkan, sekalipun bukan dalam posisi sebagai pemimpin,” ujarnya.
KAHMI sebagai Jalur Pengabdian
Bagi Amsakar, KAHMI bukan sekadar organisasi alumni. Ia menyebut KAHMI sebagai salah satu jalur pengabdian sekaligus ruang untuk membangun jejaring yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Batam.
“Saya sampaikan kepada adik-adik bahwa bagi saya ini adalah jalur pengabdian,” katanya.
Ia juga menilai jejaring KAHMI, termasuk yang berada di tingkat nasional, dapat menjadi salah satu kekuatan dalam membuka ruang dan peluang bagi Batam.
“Di sini sebenarnya banyak yang cukup menguatkan, tapi hati saya memang terpanggil karena sejauh ini link-link kita yang ada di tingkat nasional itu selalu memberikan jalan bagi Batam,” lanjutnya.
Musda VII Berjalan dengan Mekanisme Organisasi
Musda VII KAHMI Kota Batam mengusung tema “Penguatan Peran KAHMI dalam Mendorong Daya Saing Batam sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi di Indonesia.”
Ketua Organizing Committee (OC) Musda VII KAHMI Kota Batam, Muliadi, mengatakan panitia menyiapkan sejumlah tahapan agar pelaksanaan Musda berjalan tertib sesuai mekanisme organisasi.
Tahapan tersebut meliputi sosialisasi Musda, pendaftaran peserta, verifikasi data, masa sanggah peserta, pendaftaran kandidat Ketua Umum atau Ketua Presidium hingga proses pemilihan.
Pendaftaran calon Ketua Umum atau Ketua Presidium dijadwalkan berlangsung pada 14-16 September 2026.
Peserta yang memiliki hak suara terlebih dahulu harus dinyatakan sah melalui proses registrasi dan verifikasi. Dengan demikian, status sebagai alumni HMI saja belum otomatis menjadi dasar untuk mengikuti Musda sebagai peserta dengan hak pilih.
Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari mekanisme organisasi untuk memastikan Musda berlangsung sesuai tata tertib dan ketentuan yang telah disepakati.
Musda VII akhirnya menetapkan Amsakar Achmad kembali memimpin MD KAHMI Kota Batam periode 2026-2031 secara aklamasi.
Sementara itu, Lina Warni dipercaya memimpin FORHATI Kota Batam untuk periode yang sama.
Bagi Amsakar, kepercayaan tersebut sekaligus menjadi amanah untuk melanjutkan pengabdian bersama keluarga besar KAHMI Batam, dengan tetap memberi ruang bagi kader-kader muda untuk tumbuh dan mengambil peran dalam organisasi.
Penulis : DI
Editor : IZ

















