Bukan Hanya Batam, Kenaikan Tagihan Listrik Juga dirasakan Oleh Daerah Lain. Bos PLN : Bukannya Naik, Tapi…

- Publisher

Kamis, 4 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Syamsudin Ahmad warga Tanjung Uma kaget bukan kepalang melihat tagihan listrik rumahnya untuk bulan Mei yang melonjak 5 kali lipat.

Biasanya, ia merogoh kocek sekitar Rp.200 ribu per bulan. Namun, di bulan ini tagihannya melonjak ke angka Rp. 1,150 juta.

Ternyata hal ini tidak hanya di alami Syamsudin Ahmad seorang saja, banyak warga Batam yang mengeluhkan melonjaknya tagihan listrik mereka untuk bulan ini.

Luapan kekesalan mereka tumpahkan ke media sosial. Tidak sedikit dari mereka mengumpat ke Bright PLN, anak perusahaan PLN yang mengelola listrik di pulau ini.

BACA JUGA:  Begini Cara Klaim dan Besaran Listrik Gratis Yang Diberikan Juli Ini

Tidak hanya di Batam, ternyata kenaikan listrik ini juga dirasakan oleh pelanggan PLN di daerah lain.

Di sitat dari kumparan, bahkan kenaikkan hingga 9 kali lipat juga dialami Caroline Pramantie, pelanggan PLN di Ciputat, Jakarta.

Ia yang biasanya membayar tagihan listrik di angka Rp. 250 ribu, tiba-tiba harus membayar tagihan yang meroket di angka Rp. 2,3 juta.

“Jujur kaget karena tagihan Mei 2020 melonjak jadi 2,3 juta,” dikutip dari kumparan.

BACA JUGA:  Longsor Bengkong! Wawako Batam Turun Tangan, Bangunan di Tebing Dibongkar!

Tanggapan Bos PLN

Direktur PLN

Menanggapi kenaikan listrik yang tidak wajar ini, . Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini menegaskan jika PLN tidak menaikkan tagihan listrik masyarakat. Ia menjelaskan mulai 23 Maret 2020 sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) PLN membuat kebijakan bahwa penghitungan penggunaan daya tidak lewat pengukuran langsung ke meter listrik pelanggan.

Kebijakan yang diambil PLN adalah dengan menghitung penggunaan listrik dengan rata-rata pemakaian tiga bulan terakhir untuk tagihan April. Seiring dengan berjalannya waktu dan kebijakan pemerintah untuk bekerja dari rumah, penggunaan listrik oleh sebagian pelanggan mengalami kenaikan.

BACA JUGA:  Pemko Batam Minta Bright PLN Buat Kebijakan Khusus

Melalui penghitungan rata-rata tiga bulan terakhir, artinya tagihan di bulan April adalah rata-rata dari konsumsi listrik Januari, Februari, dan Maret. Seolah-olah tagihan di Bulan April adalah konsumsi listrik sebelum adanya pandemi corona (Covid-19), padahal sudah mulai ada peningkatan.

“Awal Mei pengukuran langsung ke lapangan, terlihat kenaikan cukup besar di beberapa pelanggan Maret, April, dan Mei. Jadi tagihan pada Mei sudah menggambarkan penggunaan listrik yang sesungguhnya,” ungkapnya disitat dari CNBC, Rabu, (3/6).

Berita Terkait

BP Batam Pulihkan Bekas Tambang Pasir Ilegal, Perusak Lingkungan Akan Diberi Sanksi Tegas
Jangan Lupa Payung! Batam Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Sejak Pagi
Menjelang Keberangkatan Haji 21 Mei, Wali Kota Amsakar Titipkan Jalannya Pemerintahan ke Wakilnya
Air Mata di Embarkasi Batam, Calon Haji Asal Kampar Wafat Sebelum Berangkat ke Madinah
Arus Urbanisasi Tak Terbendung, Batam Kaji Kartu Sementara untuk Kontrol Pendatang
Amsakar Tanam 2.000 Mangrove Bersama Mahasiswa UNRIKA, Serukan Gerakan Menyelamatkan Bumi
Pertamax 92 Langka! Warga Batam Pontang-Panting Keliling SPBU hingga Terpaksa Isi Turbo
DPW PWMOI Kepri dan DPD Batam-Karimun Resmi Dilantik! Rezky Law Kembali Pimpin Batam, Amsakar Tegaskan Tak Anti Kritik
Tag :

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 14:42 WIB

BP Batam Pulihkan Bekas Tambang Pasir Ilegal, Perusak Lingkungan Akan Diberi Sanksi Tegas

Senin, 11 Mei 2026 - 06:13 WIB

Jangan Lupa Payung! Batam Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Sejak Pagi

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:15 WIB

Air Mata di Embarkasi Batam, Calon Haji Asal Kampar Wafat Sebelum Berangkat ke Madinah

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:51 WIB

Arus Urbanisasi Tak Terbendung, Batam Kaji Kartu Sementara untuk Kontrol Pendatang

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:45 WIB

Amsakar Tanam 2.000 Mangrove Bersama Mahasiswa UNRIKA, Serukan Gerakan Menyelamatkan Bumi

Berita Terbaru