Tega! Seorang Ibu yang Alami Gangguan Jiwa ini Diperkosa Bergiliran di Depan Anaknya

- Admin

Jumat, 7 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarakan, inikepri.com – Jadi perhatian khusus! Perempuan dengan keterbelakangan mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kerap dimanfaatkan oleh para pria hidung belang dalam menyalurkan hasrat bejatnya.

Ketidakberdayaan korban dimanfaatkan oleh mereka untuk mendapatkan pelayanan secara cuma-cuma.

Kondisi memilukan ini pula yang sempat menimpa IN (35). Wanita ODGJ di Nunukan, Kalimantan Utara ini menjadi korban kebejatan sejumlah pria. Dia digilir oleh sejumlah pria hingga hamil dan kini melahirkan.

Dan yang lebih mirisnya, aksi pemerkosaan itu dilakukan di hadapan anak perempuannya yang baru berusia 6 tahun.

Baca Juga :  VIRAL! Mural 'Thx Jokowi, I'm DEAD' di Batam

Yaksi Belaning Pratiwi, Sekretaris Dinas Sosial Nunukan mengungkapkan bahwa IN tidak bisa lepas dari anak perempuannya VR dan juga bayi laki-laki yang baru dilahirkannya pada 1 Juni 2020 lalu.

Jika saja terlepas dari anaknya, maka IN akan meracau tidak karuan, marah tanpa sebab, berteriak-teriak hingga melukai diri sendiri.

“Mungkin karena trauma dan tertekan dengan kondisinya, menurut dokter kejiwaan memang dia paranoid juga,” kata Yaksi.

Sebelum ditempatkan di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC), seperti dilansir today.line.me, IN dan anaknya VR kerap berada di pantai dan beristirahat di kapal-kapal kayu rusak yang tidak lagi digunakan pemiliknya.

Baca Juga :  Sadis! Tolak Berhubungan Intim, Pria Ini Mutilasi Korbannya

“Jadi di dua lokasi itu dia dipaksa melayani orang-orang jahat hidung belang,” tutur Yaksi.

“Dan perbuatan itu dilakukan dengan disaksikan anaknya, itu sangat mengerikan, sang anak kami tanya juga bercerita apa yang dilihatnya, ada banyak yang melakukan itu disaksikan si anak, ini menjadi bahan pemikiran kami,” lanjutnya.

Yang semakin membuat Yaksi dan jajaran Dinas Sosial dilema ialah IN tidak bisa dipisahkan dengan anaknya.

“Ini simalakama, kalau kita ambil anaknya untuk dititipkan ke panti dia ngamuk, dan tentu ada anggapan terutama LSM yang mempertanyakan kenapa kita tega memisahkan anak dari orangtuanya, kalau kita biarkan terus sama ibunya, bagaimana masa depan anak itu, bagaimana kondisi kejiwaannya dengan semua peristiwa yang dia alami?” keluh Yaksi.

Baca Juga :  Bejat! Paman Perkosa Keponakan Usia 10 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp5 Ribu

Di samping itu, gedung RPTC tempat IN dan anak-anaknya bernaung saat ini juga jauh dari kata layak dan anggaran nihil untuk Dinas Sosial.

“Kita tidak ada anggaran untuk mengurusi orang terlantar atau ODGJ, sesuai namanya saja karena kita Dinas Sosial, jadi lebih ke bekerja sosial,” tuturnya.

Sumber : www.palingseru.com

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
11 Perusahaan Gelar Konsultasi Publik Pengelolaan Sedimentasi Laut di Bintan Pesisir
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:14 WIB

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:29 WIB

11 Perusahaan Gelar Konsultasi Publik Pengelolaan Sedimentasi Laut di Bintan Pesisir

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB