Batam, inikepri.com – Sejak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mewabah, semua sendi kehidupan di Batam terdampak. Banyak perusahaan merumahkan karyawan, bahkan tak sedikit yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan alasan untuk tetap bertahan.
Tak hanya itu, para pedagang juga mengeluh karena pelanggan sepi. Begitu juga yang bergerak di bidang layanan jasa, sejak pandemi menerjang sekitar lima bulan lalu dan wisatawan berkurang drastis, beberapa sektor jasa bahkan tidak beroperasi sama sekali.
Yang pertama merasakan dampak dahsyat tersebut yakni sektor pariwisata. Seperti terlihat, hotel sepi tamu, destinasi wisata tak ada pengunjung, pusat perbelanjaan juga sunyi. Hal itu diperparah setelah beberapa negara menutup diri dari kunjungan orang asing, serta melarang warganya keluar negeri. Sudah bisa diterka, tanpa kunjungan wisatawan, sektor jasa dan perdagangan langsung terkena dampaknya. Pendapatan menurun, perputaran roda ekonomi jadi ikut seret.
Pandemi Covid-19 tak hanya mengkhawatirkan dari sisi kesehatan, namun juga menyengsarakan dan menyisakan sisi kelam dalam kehidupan sosial, ekonomi dan kemasyarakatan.
Namun, perlahan tapi pasti, kini mulai ada titik terang, setelah pemerintah menerapkan tatanan kehidupan normal baru atau yang akrab disebut new normal. Tak hanya itu, sejumlah kegiatan pariwisata mulai digalakkan, dan wajah kota pun mulai dipercantik lagi.
Seperti yang dilakukan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, yang terus mempercantik dan menambah fasilitas publik di kota ini. Meski terus bertarung melawan wabah dan mengatasi dampaknya terhadap masyarakat, Rudi tak lupa untuk menata kota dengan membangun infrastruktur yang dibutuhkan.
Tujuannya, selain menyuguhkan fasilitas yang diminati warga, itu juga sekaligus untuk menggaet kembali wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus), syukur-syukur bisa mendatangkan wisman.
“Ini saatnya kita membangkitkan kembali sektor pariwisata Batam,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dalam acara bertajuk “Rebound Kepulauan Riau” di Dataran Engku Hamidah, Jumat (7/8) malam.
Dalam acara yang dihadiri Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari itu, Rudi mengajak Pemerintah Pusat bergandengan tangan dengan Batam untuk menghidupkan kembali pariwisata ini. Ia bahkan mengajak Kemenparekraf untuk menyambangi pemerintah negeri tetangga, yakni Singapura dan Malaysia untuk bekerja sama di bidang pariwisata ini.
“Sektor pariwisata sangat terpuruk, jumlah kunjungan wisatawan menurun. Untuk itu, semua upaya harus kita lakukan. Satu harapan kita, dunia pariwisata di Batam menggeliat lagi,” ujarnya.
Untuk di Kota Batam sendiri, kata Rudi, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah untuk memulihkan pariwisata ini. Bahkan, dirinya terus mempercantik kota agar Batam punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ia berharap, dalam waktu dekat semua akan berjalan normal kembali.
“Kita terus meyakinkan dunia luar, bahwa Batam aman, kondusif, dan sudah berjibaku menangani Covid-19 ini,” ujarnya.
Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, mengatakan untuk di Batam, pihaknya sudah memulai beberapa kegiatan untuk memulihkan pariwisata melalui program Rebound Kepulauan Riau.
“Kita harus meyakinkan kepada orang luar, Bahwa Batam sehat, aman, bersih sehingga para wisatawan tak khawatir berkunjung ke Batam,” ujarnya.
Selain memberikan sejumlah peralatan, khusus Batam, pihaknya membangun satu videotron yang sudah diserahterimakan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Keberadaan videotron tersebut diharapkan mampu mempromosikan dunia pariwisata Batam.
Bahkan, saat acara berlangsung, dalam videotron tersebut juga sudah diputarkan tata cara berkehidupan di masa new normal ini. Bagaimana tatanan baru kenormalan baru di hotel, restoran, mal, bahkan di angkutan umum. Hal tersebut diharapkan mampu mengedukasi warga agar semua menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi ini.
“Terus edukasi warga untuk memakai masker, menjaga jarak, hingga disiplin mencuci tangan,” kata dia.
Menurut Hari, hal tersebut dinilai penting untuk meyakinkan para wisatawan bahwa objek wisata yang ada di Batam adalah tempat yang aman dan bersih untuk dikunjungi. Sehingga, mereka tidak perlu takut untuk datang berlibur. Selain dukungan cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE), Kemenparekraf juga melakukan kegiatan bersih-bersih di beberapa destinasi.
“Kita berharap, wabah ini segera berlalu. Dan semua sendi kehidupan normal kembali,” ujarnya.
Angka Kunjungan Wisatawan Batam
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















