Batam, inikepri.com – Minum alkohol bagi sebagian orang merupakan suatu hal yang buruk. Apalagi ditambah saat situasi lockdown seperti ini, bahkan disinyalir kebiasaan buruk itu sulit dihilangkan.
Situasi lockdown yang banyak membuat orang tidak bisa melakukan aktivitas sebebas seperti biasanya ini memungkinkan para individu harus tetap berada di rumah. Ini diduga menyebabkan adanya peningkatan jumlah porsi peminum alkohol.
Disitat dari laman Metro pada hari Minggu, 16 Agustus 2020, sebuah lembaga amal bernama Drinkaware membeberkan hal tersebut. Mereka menjelaskan bahwa 22 persen orang dewasa mengaku minum alkohol di ruang tertutup.
Namun, bukan hanya orang dewasa, kecendrungan ini malah berada di rentang usia remaja antara 18 hingga 20 tahun-an.
Para relawan yang disurvei tersebut menyebutkan rasa bosan, waktu luang yang banyak, serta meningkatnya rasa kecemasan menjadi alasan utama mengapa mereka menambah porsi alkoholnya selama lockdown ini.
Setelah mengetahui hal itu, badan amal mulai memperingatkan jika kebiasaan ini bakal sulit dihilangkan setelah lockdown selesai.
“Kami khawatir, untuk sejumlah besar orang. Tingkat penguncian minuman keras dapat menjadi mendarah daging dan sulit dihancurkan,”
“Pada saat mengadopsi gaya hidup sehat tidak pernah lebih penting. Penelitian terbaru kami dengan jelas menunjukkan kelompok orang tertentu menunjukkan pola minum baru yang mengkhawatirkan selama masa yang sangat menantang ini,”
“Minum (alkohol) lebih banyak, entah karena bosan atau cemas dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang menghancurkan, baik mental maupun fisik serta peningkatan toleransi terhadap alkohol yang dapat menyebabkan ketergantungan alkohol,”
Sumber : www.hops.id

















