Wow! Pandemi Corona, Utang Inggris Capai 39 Kuardriliun Rupiah

- Publisher

Sabtu, 22 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Pemerintah Inggris mencatat utang negara kini telah mencapai lebih dari dua triliun poundsterling atau setara Rp39 Kuardriliun (konversi rupiah setara Rp19.536).

Ini terjadi setelah negara tersebut menggelontorkan dana besar-besaran untuk menangani pandemi Covid-19, situasi yang menyebabkan anjloknya perekonomian dunia.

“Krisis ini telah membuat keuangan pemerintah berada di bawah tekanan yang signifikan, sebagaimana perekonomian terpukul. Kami harus mengambil tindakan untuk menopang jutaan pekerjaan, bisnis, dan mata pencaharian,” kata Menteri Keuangan Rishi Sunak seperti dikutip AFP, Jumat (21/8).

BACA JUGA:  Mulai 1 September, Bandara Changi Singapura Dibuka Lagi Untuk Umum

Melansir AFP, Badan Statistik Nasional (Office for National Statistic/ONS) menghitung bahwa pada akhir Juli, total akumulasi utang telah mencapai 2 triliun poundsterling, atau setara lebih dari 100 persen produk domestik bruto (PDB) tahunan negara itu.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah uang itu meningkat sekitar 227,6 miliar pounsterling. Menurut Rishi, tanpa dukungan pemerintah saat ini, keadaan ekonomi Inggris akan jauh lebih buruk.

ONS pun merinci pinjaman bersih antara April hingga akhir Juli diperkirakan mencapai 150,5 miliar pounsterling, sedangkan, angka defisit bulan lalu telah mencapai 26,7 miliar pounsterling.

BACA JUGA:  Taliban Sidak ke Mal Afghanistan, Turunkan Poster Wanita hingga Atur Cadar dan Tumbuhkan Janggut

Meski demikian, penjualan ritel di Inggris telah melonjak 3,6 persen jika dibandingkan dari bulan Juni lalu. Hal itu lantaran Inggris telah membuka kembali sejumlah toko-toko, restoran, serta tempat hiburan di wilayah tersebut.

“Penjualan ritel sekarang telah menguat kembali setelah hilang selama puncak pembatasan akibat virus Corona. Banyak toko yang dibuka untuk perdangangan dan penjualan online tetap pada tingkat tertingginya sepanjang sejarah,” kata Ahli Statistik ONS, Jonathan Athow pada Jumat (21/8) waktu setempat.

BACA JUGA:  Pietra Paloh Hadiri Iftar Bersama DPLN NasDem Malaysia dan Pimpinan Ormas Indonesia di Malaysia

Athow menerangkan, meski belum pulih sepenuhnya jika dibandingkan dengan periode waktu sebelum pandemi, penjualan bahan bakar dan pakaian terus meningkat.

Sementara, penjualan makanan pun telah kembali turun dari puncaknya karena banyak orang yang memilih untuk berpergian ke restoran atau pub.

Jika dilihat secara makro, ekonomi Inggris telah menyusut sampai seperlima bagian pada kuartal kedua. Namun, ekonomi Inggris pun berangsur pulih. PDB mereka disebut tumbuh 8,7 persen di bulan Juni.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Berita Terkait

Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun
Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:33 WIB

AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya

Senin, 27 Juli 2026 - 07:45 WIB

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:10 WIB

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

Berita Terbaru