INIKEPRI.COM – Peningkatan suhu ekstrem sejak awal 2026 mulai menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Malaysia. Pemerintah setempat melaporkan dua kasus kematian serta puluhan warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Malaysia hingga 3 Mei 2026, tercatat sebanyak 56 kasus penyakit terkait panas. Sebagian besar kasus, sekitar 58 persen, dipicu oleh aktivitas fisik yang dilakukan saat suhu tinggi, seperti olahraga luar ruangan, latihan atletik, hingga maraton.
Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan kasus kelelahan akibat panas (heat exhaustion) sebanyak 47 kasus. Selain itu, terdapat empat kasus heat stroke akibat aktivitas berat, empat kasus sengatan panas umum, serta satu kasus kram panas.
Dua kasus kematian menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut. Salah satunya melibatkan seorang anak berusia dua tahun yang ditinggalkan di dalam kendaraan, sementara korban lainnya adalah pria berusia 42 tahun yang meninggal saat mengikuti lomba maraton di wilayah Penang.
Kedua peristiwa ini menunjukkan bahwa risiko paparan panas tidak hanya dipengaruhi suhu tinggi, tetapi juga faktor lain seperti durasi paparan, intensitas aktivitas, serta kondisi hidrasi tubuh.
Menariknya, kejadian fatal tersebut terjadi saat kondisi cuaca belum mencapai tingkat peringatan tertinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa ancaman gelombang panas bisa muncul bahkan sebelum mencapai kategori ekstrem.
Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan membatasi aktivitas berat saat cuaca panas, memperbanyak waktu istirahat di tempat teduh, serta menjaga asupan cairan tubuh.
Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis diminta mendapat perhatian khusus. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak meninggalkan anak di dalam kendaraan serta segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala seperti pusing, mual, kram otot, atau kelelahan ekstrem.
Peningkatan suhu global yang dipicu perubahan iklim disebut menjadi faktor yang memperbesar risiko kejadian serupa. Karena itu, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam melindungi kesehatan dari ancaman cuaca panas ekstrem.
Penulis : RP
Editor : IZ

















