Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

- Publisher

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Peningkatan suhu ekstrem sejak awal 2026 mulai menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Malaysia. Pemerintah setempat melaporkan dua kasus kematian serta puluhan warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Malaysia hingga 3 Mei 2026, tercatat sebanyak 56 kasus penyakit terkait panas. Sebagian besar kasus, sekitar 58 persen, dipicu oleh aktivitas fisik yang dilakukan saat suhu tinggi, seperti olahraga luar ruangan, latihan atletik, hingga maraton.

Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan kasus kelelahan akibat panas (heat exhaustion) sebanyak 47 kasus. Selain itu, terdapat empat kasus heat stroke akibat aktivitas berat, empat kasus sengatan panas umum, serta satu kasus kram panas.

BACA JUGA:  Mulai 1 April, Liburan ke Malaysia Tak Perlu Karantina. Ini 4 Syaratnya!

Dua kasus kematian menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut. Salah satunya melibatkan seorang anak berusia dua tahun yang ditinggalkan di dalam kendaraan, sementara korban lainnya adalah pria berusia 42 tahun yang meninggal saat mengikuti lomba maraton di wilayah Penang.

Kedua peristiwa ini menunjukkan bahwa risiko paparan panas tidak hanya dipengaruhi suhu tinggi, tetapi juga faktor lain seperti durasi paparan, intensitas aktivitas, serta kondisi hidrasi tubuh.

BACA JUGA:  Malaysia Jadi Negara Pertama yang Bangun Kantor Kedutaan di IKN

Menariknya, kejadian fatal tersebut terjadi saat kondisi cuaca belum mencapai tingkat peringatan tertinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa ancaman gelombang panas bisa muncul bahkan sebelum mencapai kategori ekstrem.

Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan membatasi aktivitas berat saat cuaca panas, memperbanyak waktu istirahat di tempat teduh, serta menjaga asupan cairan tubuh.

BACA JUGA:  Gegara Vaksin COVID-19, Uni Eropa Gugat AstraZeneca

Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis diminta mendapat perhatian khusus. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak meninggalkan anak di dalam kendaraan serta segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala seperti pusing, mual, kram otot, atau kelelahan ekstrem.

Peningkatan suhu global yang dipicu perubahan iklim disebut menjadi faktor yang memperbesar risiko kejadian serupa. Karena itu, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam melindungi kesehatan dari ancaman cuaca panas ekstrem.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi
BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026
BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang
Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun
Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:49 WIB

Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Minggu, 13 September 2026 - 12:32 WIB

BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026

Senin, 7 September 2026 - 10:51 WIB

BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Berita Terbaru