Raja Salman Segera Izinkan Umrah Tapi Bertahap, Alhamdulillah!

- Publisher

Selasa, 22 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Arab Saudi segera mencabut larangan umrah. Dikabarkan Gulf News, ini akan berlangsung bertahap.

Sebelumnya sembilan bulan perjalanan ibadah ini dilarang karena merebaknya pandemi corona (Covid-19).

“Penangguhan sementara ziarah umrah dan kunjungan ke dua masjid suci akan dicabut secara bertahap,” tegas Menteri Haji dan Umrah, Mohammed Saleh Benten, Senin (21/9/2020).

Namun sayangnya, Arab Saudi belum menyebutkan tanggal pasti. Tapi, saat ini solusi teknis tengah digodok buat meningkatkan layanan.

Salah satunya ada penggabungan 30 lebih perusahaan lokal dan internasional yang dapat menangani penyediaan layanan jemaah dengan jalur elektronik. Disebutkan pula, merger akan membuat kualitas layanan lebih baik bagi 16 juta jamaah yang datang dari dalam maupun luar.

BACA JUGA:  Corona Meningkat Lagi, Beijing Siaga Tinggi

Kartu pintar akan dikeluarkan untuk perusahaan di masa transisi. Kartu itu akan digunakan pertama kali untuk melayani pengunjung Masjid Nabawi dari dalam Kerajaan dan luar negeri.

“Kami bercita-cita melayani 30 juta jemaah setiap tahun pada tahun 2030,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdul Fattah Mashat mengatakan, merger dan akuisis di sektor umrah akan secara signifikan membuat efisiensi dan mengurangi biaya operasional.

BACA JUGA:  Arab Saudi Batasi Volume Pengeras Suara Masjid, Dikarenakan Ini...

Sesuai dengan ketentuan baru, perusahaan yang terlibat dalam merger harus memiliki izin umrah yang masih berlaku dan tidak boleh ada keluhan atas rencana merger tersebut.

Perusahaan juga belum pernah dikenai sanksi. Operator haji harus menyerahkan jaminan bank dalam jumlah penuh sebelum memulai prosedur merger.

Arab Saudi sendiri sebelumnya mengizinkan haji digelar di tengah pandemi corona. Namun hanya melibatkan warga negara itu atau ekspatriat yang tinggal di negara tersebut.

BACA JUGA:  Ka'bah Dicuci Hari ini, Dipimpin Gubernur Mekkah

Negeri Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu mencatat, kasus corona tertinggi kedua setelah Iran di kawasan Timur Tengah. Di mana ada 330.246 kasus, dengan 4.512 kematian dan 311.499 sembuh.

Pekan lalu Arab Saudi membuka penerbangan internasional untuk pertama kali. Secara rinci, warga negara Teluk dan non Arab Saudi dengan izin tinggal atau visa yang valid akan diizinkan memasuki kerajaan, dengan syarat mereka tidak terinfeksi Covid-19.

Sumber : www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru